Langkat, Gesuri.id - Sekjen PDI Perjuangan menanggapi peristiwa perusakan atribut Partai Demokrat (PD) di Riau. Belakangan, Wasekjen PD, Andi Arief, menyebut ada instruksi pengurus PDI Perjuangan di balik perusakan itu.
Baca: Eva: Jika Tujuan Sandi Ingin Membobol Jateng, Itu Berat
Hasto mengatakan PDI Perjuangan mengutuk keras berbagai provokasi yang menganggu jalannya tahapan pemilu, termasuk cara-cara kotor dengan merusak atribut kampanye parpol lain. Ia juga mengatakan tidak ada untungnya bagi PDI Perjuangan merusak atribut partai lain, apalagi milik Demokrat.
"PDI Perjuangan tidak pernah main sembunyi-sembunyi. Kami selalu di ruang terbuka. Tidak ada untungnya bagi kami merusak atribut partai lain. Apalagi Demokrat," kata Hasto dalam acara Koordinasi Pemenangan Pileg dan Pilpres 2019 DPC PDI Perjuangan Langkat, di Stabat Langkat, Sabtu (15/12).
"Kami mengutuk keras berbagai provokasi yang menganggu jalannya tahapan pemilu," lanjut Hasto.
Dari hasil survei, Hasto menerangkan, tidak ada irisan pemilih antara PD dan PDI Perjuangan.
Apalagi, lanjut Hasto, kejadiannya di Riau. PDI Perjuangan tidak memiliki basis yang kuat di provinsi itu. Sehingga menuduh PDI Perjuangan di balik perusakan bendera itu jelas tak beralasan.
"Sebab (survei menunjukkan) jika elektoral Demokrat turun, larinya ke Gerindra, bukan ke PDI Perjuangan," kata Hasto.
"Ketika bus kampanye Demokrat yang eksklusif, lux dan mahal melintas di wilayah yang menjadi basis PDI Perjuangan pun semua aman-aman saja. Apalagi di Riau," kata Hasto.
Selaku sekjen partainya, Hasto menyatakan dirinya menjalankan perintah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk menjaga disiplin anggota dan kader.
"Kami ini Partai yang berdisiplin. Jadi kami pastikan tidak ada anggota kami yang punya perilaku seperti itu, karena sanksinya sangat tegas dan berat, pemecatan," ujarnya.
Hasto pun mendorong agar PD melaporkan masalah itu ke ranah hukum. Sehingga tidak ada tudingan dari masyarakat bahwa kasus itu merupakan sebuah melodrama seperti yang sudah-sudah.
"Atas kejadian tersebut, PDI Perjuangan meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan tuntas," katanya.
Hasto juga meminta agar seluruh anggota dan kader PDI Perjuangan semakin waspada terhadap berbagai bentuk adu domba.
"Jadi mari perangi bersama, para penyusup yang mencoba mengadu domba Partai tersebut," kata Hasto.
Sebelumnya Wasekjen PD, Andi Arief, mengeluarkan pernyataan lewat akun twitternya yang menyebut pelaku perusakan telah berhasil diamankan dan bersaksi dirinya diperintah oleh pengurus PDI Perjuangan untuk melakukan tindakan tersebut.
"Keterangan pelaku perusakan yang ditangkap DPC Demokrat malam tadi menyebut dia disuruh Pengurus PDIP. Info awal itu terlalu gegabah jika dipercaya begitu saja. Selama ini hubungan kami baik. Tugas polisi menyimpulkannya. Tidak ada alasan, pelakunya ada. Beda dengan kasus lain," cuit Arief dalam akun twitternya, Sabtu, (15/12).
Baca: TKN Jokowi-Kiai Ma’ruf Sayangkan Pengerusakan APK Demokrat
Andi juga mengatakan berdasarkan pengakuan orang yang ditangkap polisi, ada 35 orang yang diperintahkan untuk merusak baliho, spanduk, dan bendera tersebut. Ke-35 orang tersebut dibagi dalam 5 kelompok.
"Satu regu 7 orang. Mereka dibayar Rp 150 ribu per orang. Yang menyedihkan, pemberi order dari partai berkuasa," ujarnya.

















































































