Buton Tengah, Gesuri.id - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sulawesi Tenggara (Sultra) nomor urut 2, Hugua memberikan apresiasi kepada produk lokal yang berkualitas di Buton Tengah. Yakni, jamu mete yang merupakan andalan dari Lombe.
Lombe sendiri merupakan daerah yang cukup terpencil di Buton Tengah. Namun, daerah ini punya panorama indah, seperti pantai Bulan (La Butolo), pantai Bintang (La Beau), La Salangga, La Bungkari, dan benteng Bombonawulu serta benteng Watulea. Tapi sayangnya benteng watulea sudah tidak mendapat perhatian dari pemerintah dan masyarakat Lombe sendiri. Akibatnya benteng Watulea kini rusak.
Baca Juga: Dukungan Terhadap Hugua Terus Mengalir
Hasil perkebunan dari Lombe yg paling dominan adalah Jambu Mete. Pengolahan Jambu Mete pun kini menjadi mata pencaharian masyarakat Lombe. Karena itu, dalam kunjungan ke Buton Tengah, Hugua menyempatkan waktu melihat warga Lombe yang mengolah biji mete.
Hugua merngaku penasaran untuk melihat secara langsung pengolahan mete. Sebab selama ini, ia hanya mengkonsumsinya tanpa mengetahui prosesnya. “Menurut saya memang kualitas mete Lombe nomor wahid di Indonesia, jadi mete yang selama ini kita makan, dan diekspor kemana-mana sudah dari sini asalnya,” kata mantan Bupati Wakatobi ini.
Baca Juga: Hugua: Pariwisata Picu Ekonomi Baru Sultra
Wa Sulia, salah seorang warga yang mengolah mete, menjelaskan, sebelum dikemas dan dijual keluar Lombe, bahan baku akan melalui beberapa tahapan. Dimulai dari penjemuran, pengupasan cangkang biji, hingga pengupasan kulit ari.
Dia menambahkan, dalam sehari ia bersama dua orang kerabatnya bisa menyelesaikan hingga 50 kilogram (kg). “Sehari kami bisa mengolah jambu mente ini hingga 50 kilogram, itu kami bekerja tiga sampai empat orang. Ada yang membelah, mengeluarkan dari kulit, yang mengupas kulit ari lain lagi,” tunjuknya.
Baca Juga: Kalangan Intelektual Sultra Kini Berbalik Dukung Hugua
Ia menambahkan, harga jual mete mentah kemasan di pasaran Lombe saat ini mulai dari Rp130 ribu hingga Rp170 ribu per kilogramnya. Tentu, harga tersebut didasarkan kepada kualitas mete.

















































































