Asmat, Gesuri.id - Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo yang juga politisi PDI Perjuangan didampingi Uskup Agats-Asmat Mgr. Aloysius Murwito, OFM., serta para tamu undangan, secara resmi membuka Festival Asmat Pokman (FAP) ke-38 di Lapangan Yos Sudarso, Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan.
Festival Asmat Pokman ke-38 yang berlangsung pada 7–10 Oktober 2026 mengusung tema “Mengukir Warisan Asmat, Merajut Ekonomi Kreatif, Berkarya dalam Seni, Tumbuhkan Ekonomi Kreatif.”
Dalam sambutannya, Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo menyampaikan apresiasi kepada Uskup Agats-Asmat beserta seluruh jajaran Keuskupan Agats-Asmat dan Panitia Festival Asmat Pokman ke-38 yang terus berkomitmen menjaga dan melestarikan kebudayaan Asmat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Asmat, saya menyampaikan apresiasi kepada Bapak Uskup beserta seluruh jajaran Keuskupan dan seluruh Panitia Festival Asmat Pokman ke-38,” ujar Thomas, dikutip Kamis (8/10/2026).
Menurutnya Festival Asmat Pokman memiliki sejarah panjang. Kegiatan tersebut pada awalnya merupakan lomba ukir, kemudian berkembang menjadi pesta budaya dan kini dikenal sebagai Festival Asmat Pokman.
Ia mengatakan, perkembangan tersebut merupakan bagian dari upaya Gereja untuk terus memelihara, menjaga, serta mewariskan seni ukir Asmat kepada generasi berikutnya agar tidak hilang di tengah arus perkembangan zaman.
“Awalnya kegiatan ini merupakan lomba ukir, kemudian berkembang menjadi pesta budaya dan sekarang menjadi Festival Asmat Pokman. Ini merupakan upaya Gereja untuk terus memelihara, menjaga dan mewariskan seni ukir Asmat dari generasi ke generasi supaya tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” katanya.
Thomas menambahkan, sejak Kabupaten Asmat berdiri sebagai kabupaten definitif pada 2005, pemerintah daerah terus berupaya mendukung pelestarian budaya Asmat. Saat kepemimpinan daerah sebelumnya, mulai dari Yuvensius Biakai, kemudian Elisa Kambu, hingga kepemimpinan saat ini, memiliki komitmen untuk menjaga dan melestarikan budaya Asmat.
Ia berharap pelaksanaan Festival Asmat Pokman ke-38 tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan karya seni dan budaya, tetapi juga mampu mendorong tumbuhnya ekonmi kreatif masyarakat melalui karya-karya budaya Asmat.
Festival Asmat Pokman ke-38 selanjutnya diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara Gereja, pemerintah, seniman, budayawan, generasi muda dan seluruh masyarakat dalam menjaga warisan budaya Asmat agar tetap hidup dan berkembang di masa mendatang.

















































































