Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi lll DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, I Nyoman Parta, membagikan kisah inspiratif seorang lansia bernama Ni Made Wenten yang tetap produktif mengulat sok atau membuat wadah dari anyaman bambu di usia 84 tahun.
Menurutnya, semangat dan ketekunan Ni Made Wenten menjadi teladan bagi generasi muda untuk terus bekerja keras sekaligus menjaga warisan kerajinan tradisional Bali.
”Namanya Ni Made Wenten umur 84 tahun, lansia produktif yang tidak mau berhenti bekerja mengulat sok atau wadah dari bambu. Sampai usianya sekarang beliau belum pernah menikah,” tulis Nyoman Parta dalam keterangannya, dikutip Selasa (30/6/2026).
Kisah tersebut dibagikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya yang memperlihatkan momen hangat saat dirinya mengunjungi Ni Made Wenten. Dalam pertemuan itu, keduanya terlibat percakapan akrab yang diselingi canda tawa bersama warga sekitar.
Dari obrolan tersebut terungkap perjalanan hidup Ni Made Wenten yang sejak muda telah mengandalkan hasil kerajinan anyaman bambu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ia mengaku pernah berjalan kaki menjajakan hasil karyanya hingga ke Sanur, Ketewel, dan Desa Guwang.
Melihat kisah tersebut, Nyoman Parta mengaku kagum terhadap kegigihan Ni Made Wenten yang rela menempuh perjalanan jauh demi menyambung hidup melalui hasil kerajinan tangannya.
”Hebat ya, bayangkan saja di masa lalu beliau berjalan kaki sejauh itu demi menyambung hidup dan mengantarkan hasil kerajinannya ke pembeli,” ujar I Nyoman Parta, mengekspresikan rasa kagumnya terhadap determinasi masa muda Dadong Wenten.
Dalam kesempatan itu, terungkap pula fakta bahwa Ni Made Wenten memilih untuk tidak menikah hingga usianya yang kini mencapai 84 tahun. Pilihan tersebut membuatnya menjalani hidup secara mandiri, sembari terus berkarya melalui kerajinan tradisional yang telah ditekuninya selama puluhan tahun.
Di akhir kunjungan, Nyoman Parta mencoba menguji kekuatan dan kerapihan sok hasil karya Ni Made Wenten dengan menumpuk serta menekan anyaman bambu tersebut.
Hasilnya, wadah bambu itu tetap kokoh dan elastis sehingga ia memutuskan memborong hasil kerajinan sang lansia sebagai bentuk apresiasi.
Menurut Nyoman Parta, kisah Ni Made Wenten menjadi pengingat bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap produktif.
Ia berharap semangat pantang menyerah dan dedikasi dalam melestarikan kerajinan tradisional dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Bali untuk terus menjaga warisan budaya sekaligus menghargai para perajin lokal.

















































































