Jakarta, Gesuri.id — Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mengajak perempuan Indonesia—khususnya mereka yang memiliki posisi dan kesempatan lebih baik untuk tidak hanya berkutat pada kehidupan pribadi dan lingkaran sosialnya.
Menurutnya, perempuan berdaya perlu melihat langsung realitas di lapangan, termasuk kemiskinan yang masih menghimpit banyak keluarga.
Pesan tersebut disampaikan Megawati saat menerima penghargaan Lifetime Achievement dalam acara Apresiasi Swara Cantika 2026: Perempuan Penggerak Perubahan untuk Indonesia di Ballroom Samisara, Jakarta, Kamis (17/9).
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Ketua Umum PDI Perjuangan ini mengenang perjalanan panjang politiknya yang membuatnya terbiasa berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari lingkungan elite hingga warga di pelosok daerah.
“Saya sebetulnya seperti berada dalam tiga dunia. Dari dunia bling-bling, tetapi juga terjun ke akar rumput,” ujar Megawati.
Ia menekankan bahwa turun langsung ke masyarakat sangat penting agar perempuan dapat memahami persoalan riil di tingkat keluarga.
Megawati menceritakan pengalamannya saat bertandang ke pasar tradisional dan mendengarkan langsung keluhan para pedagang terkait melonjaknya harga bahan pokok yang menekan daya beli warga.
Selain kepekaan sosial, Megawati menyoroti pentingnya peran perempuan dalam mengelola keuangan dan dinamika rumah tangga di tengah keterbatasan ekonomi.
"Jangan kamu hanya jadi perempuan-perempuan yang hidupnya seperti sosialita. Bukan tidak boleh, boleh, silakan. Namun, jangan lupa berapa banyak ibu yang sekarang ini sangat tidak bisa mengatur manajemen rumah tangganya," kata Megawati.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Menurutnya, ketidakcakapan dalam mengelola rumah tangga dapat berimbas pada kesehatan keluarga, terutama anak-anak. Salah satu dampak nyatanya adalah persoalan tengkes (stunting) yang erat kaitannya dengan kondisi ekonomi serta lingkungan tempat anak tumbuh.
Oleh karena itu, Megawati menggugah para tokoh perempuan penerima penghargaan maupun figur berpengaruh lainnya untuk menyalurkan kepedulian menjadi tindakan nyata, termasuk mengunjungi desa-desa tertinggal.
Ia menambahkan bahwa keberagaman kondisi sosial masyarakat Indonesia—mulai dari warga prasejahtera hingga penyandang disabilitas—seharusnya menjadi pemicu bagi kelompok yang mampu untuk saling mengulurkan tangan.
“Pergilah, lihatlah yang namanya kemiskinan itu seperti apa,” tutur Megawati memungkasi.

















































































