Brebes Gesuri.id – Anggota DPR RI Komisi XI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Harris Turino, mengajak kalangan mahasiswa untuk berperan aktif mengawal dan mengawasi pelaksanaan program pemerintah agar tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam kuliah umum refleksi 98 tahun Sumpah Pemuda yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Brebes (UMBS), Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus UMBS tersebut mengangkat tema “Meneguhkan Semangat Kebangsaan, Membangun Generasi Berintegritas”. Acara ini menghadirkan Harris Turino sebagai narasumber utama dan Muhammad Haekal, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Komisi XI dari daerah pemilihan Brebes, Tegal, Slawi, dan Bumiayu, sebagai tamu kehormatan.
Baca: Ganjar Dikenal Akur dan Harmonis dengan Saudara Kandung
Dikemas dalam bentuk Sarasehan Kebangsaan, kegiatan tersebut juga membahas tema “Mengenal MPR: Memahami Peran, Fungsi, dan Kewenangan MPR sebagai Rumah Kebangsaan, Pengawal Konstitusi, dan Penjaga Kedaulatan Rakyat”.
Dalam kesempatan itu, mahasiswa diberikan ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait berbagai persoalan kebangsaan, termasuk pemerataan kesejahteraan dan kondisi perekonomian masyarakat.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah penerapan sistem desil dalam pendataan tingkat kesejahteraan masyarakat. Mahasiswa mengungkapkan temuan di lapangan mengenai warga yang tergolong kurang mampu, bahkan menempati rumah dengan kondisi tidak layak, tetapi tercatat dalam kategori desil 9.
Menanggapi persoalan tersebut, Harris menegaskan bahwa kondisi itu menjadi tantangan bersama, termasuk bagi kalangan mahasiswa, untuk turut mengawasi kebijakan dan program pemerintah.
Menurutnya, pengawasan diperlukan agar bantuan serta berbagai program kesejahteraan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Selain membahas persoalan kesejahteraan, Harris juga memaparkan konsep ekonomi gotong royong yang menjadi salah satu gagasan penting Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
Ia menjelaskan bahwa prinsip ekonomi gotong royong menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi, dan seluruh elemen masyarakat. Melalui semangat tersebut, pembangunan ekonomi diharapkan tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu, tetapi juga mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata.
“Gotong royong ini artinya kerja sama, yang menggotong yaitu pemerintah dan para orang kaya Indonesia, dan yang meroyong ialah seluruh elemen masyarakat. Sehingga kesejahteraan itu terasa bagi masyarakat yang kurang mampu atau miskin,” jelas Harris.
Menurutnya, semangat gotong royong perlu terus diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam mewujudkan keadilan sosial dan memperkecil kesenjangan ekonomi.
Baca: Empat Keberhasilan Ganjar Pranowo Selama Menjadi Gubernur
Penyelenggaraan kuliah umum ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen UMBS sebagai kampus Islami, profesional, dan berkemajuan dalam membentuk karakter mahasiswa yang memiliki wawasan kebangsaan, menjunjung tinggi persatuan, serta berintegritas.
Melalui refleksi 98 tahun Sumpah Pemuda, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadikan sejarah sebagai pengingat perjalanan bangsa, tetapi juga mampu menerapkan nilai persatuan dan semangat perjuangan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan sertifikat dan plakat kepada narasumber, serta pembagian buku gratis berjudul Jangan Pernah Menyerah karya Harris Turino kepada peserta.
Melalui kegiatan ini, UMBS berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat, sekaligus siap berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.

















































































