Medan, Gesuri.id – Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, mengingatkan para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar mempersiapkan diri dengan keterampilan teknis, karakter yang kuat, serta wawasan kebangsaan sebelum memasuki dunia kerja.
Kesiapan menjadi tenaga kerja profesional harus berjalan seiring dengan kesadaran sebagai warga negara yang memahami hak dan tanggung jawabnya.
Pesan tersebut disampaikan Sofyan Tan dalam Sarasehan Kebangsaan MPR RI bertajuk "Mengenal MPR RI, Memahami Peran, Fungsi, dan Kewenangan MPR sebagai Rumah Kebangsaan, Pengawal Konstitusi, dan Penjaga Kedaulatan Rakyat" yang berlangsung di Auditorium Bung Karno, Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM), Jalan Sunggal, Gang Bakul, Kecamatan Medan Sunggal, Jumat (6/11).
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Di hadapan para siswa kelas XII SMK Sultan Iskandar Muda, Sofyan menjelaskan bahwa MPR memegang peranan vital dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan konstitusi. Lembaga ini tidak hanya berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar, tetapi juga berfungsi sebagai rumah kebangsaan yang menyatukan berbagai elemen masyarakat Indonesia.
Menurut Sofyan, pemahaman terhadap konstitusi sangat krusial bagi generasi muda agar mereka mengenali hak dan kewajibannya. Selepas lulus dan terjun ke dunia kerja, para siswa akan menghadapi lingkungan sosial yang lebih luas dan beragam. Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila, semangat persatuan, serta sikap saling menghormati harus menjadi pegangan hidup sehari-hari.
Ia juga menegaskan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat sebagaimana diamanatkan Pasal 1 ayat (2) UUD NRI Tahun 1945, sementara konstitusi menjamin pelindungan hak-hak warga negara. Pemahaman ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak sekadar terampil secara teknis, tetapi juga kritis, bertanggung jawab, dan turut menjaga kualitas demokrasi.
Selain itu, Sofyan memotivasi para siswa agar tidak ragu melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi meski dipersiapkan untuk langsung bekerja. Ia mendorong lulusan SMK untuk mempraktikkan konsep kuliah sambil bekerja guna memperluas wawasan keilmuan dan membangun jaringan demi kesuksesan masa depan.
"Dengan demikian, lulusan SMK bisa lebih mandiri karena bisa kuliah sambil bekerja," ujar Anggota Komisi X DPR RI tersebut.
Sementara itu, Kepala SMK Sultan Iskandar Muda, Adri Hermawan, S.Pd.I., M.Psi., selaku narasumber, menyampaikan bahwa kompetensi keahlian saja tidak cukup untuk mengantar siswa sukses di dunia kerja. Mereka juga wajib memiliki karakter yang kokoh, seperti kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Adri juga menekankan pentingnya nilai toleransi dalam merawat keberagaman. Sebagai bagian dari institusi pendidikan yang menjunjung tinggi kebhinekaan, para siswa dibiasakan menghargai perbedaan suku, agama, budaya, dan pandangan hidup. Sikap toleran dan disiplin ini harus mendarah daging menjadi karakter nyata, bukan sekadar teori di ruang kelas.
Sarasehan ini menjadi wadah edukasi bagi siswa bahwa memasuki dunia kerja bukan sekadar mencari penghidupan, melainkan juga membangun rasa tanggung jawab sosial dan berkontribusi bagi bangsa.
Kegiatan turut dihadiri oleh Anggota Dewan Pembina YPSIM, Felix Iskandar Harjatanaya, B.Sc. (Hons), M.Sc., serta Tenaga Ahli DPR RI, Finche Kosmanto, S.E., M.Psi., Lisnawati Ginting, S.H., M.H., dan Pandapotan Tamba, S.H., M.H. Rangkaian acara ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif antara narasumber dan peserta.

















































































