Ikuti Kami

Rokhmin Dahuri: Khutbah Terakhir Nabi Muhammad SAW, Fondasi Peradaban Sepanjang Zaman

Rokhmin: Nilai-nilai ini sangat relevan untuk terus kita hidupkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Rokhmin Dahuri: Khutbah Terakhir Nabi Muhammad SAW, Fondasi Peradaban Sepanjang Zaman
Anggota Komisi IV DPRI sekaligus Rektor Universitas UMMI Bogor, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPRI sekaligus Rektor Universitas UMMI Bogor, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, menegaskan khutbah terakhir Nabi Muhammad SAW bukan sekadar pesan keagamaan, melainkan fondasi peradaban yang relevan sepanjang zaman. Hal tersebut disampaikannya dalam tausiyah pada Selasa (17/3).

“Nilai-nilai ini sangat relevan untuk terus kita hidupkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Dalam pemaparannya, Prof. Rokhmin menjelaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam khutbah terakhir Nabi Muhammad SAW mencakup prinsip keadilan, persaudaraan, penghormatan terhadap perempuan, serta larangan terhadap penindasan dan praktik riba. Ia menilai, nilai-nilai tersebut memiliki relevansi kuat dalam membangun kehidupan berbangsa yang harmonis dan berkeadilan.

Ia juga menekankan bahwa Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat apabila dibangun di atas fondasi keadilan, persaudaraan, serta akhlak yang mulia.

“Mari kita jadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman utama agar bangsa ini tidak tersesat, melainkan tumbuh sebagai peradaban yang berkeadilan dan berkemajuan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) itu mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai cahaya moral dalam membangun masyarakat yang adil, damai, dan bermartabat.

Khutbah terakhir Nabi Muhammad SAW yang disampaikan di Padang Arafah pada momentum Haji Wada, lanjutnya, memuat sejumlah pesan penting yang bersifat universal bagi umat Islam.

Dalam khutbah tersebut, Nabi menegaskan penghapusan dendam jahiliyah, di mana darah dan harta kaum Muslimin dinyatakan suci sehingga tidak boleh ada lagi pertumpahan darah dan balas dendam.

Selain itu, Nabi juga menegaskan penghapusan praktik riba, termasuk yang dilakukan oleh keluarganya sendiri, sebagai bentuk komitmen terhadap keadilan ekonomi.

Pesan lain yang disampaikan adalah tentang pentingnya memperlakukan perempuan dengan baik sebagai amanah dari Allah, serta menegaskan persaudaraan dan kesetaraan manusia tanpa memandang latar belakang suku dan bangsa.

Khutbah tersebut juga menekankan dua pegangan utama bagi umat Islam agar tidak tersesat, yakni Al-Qur’an dan Sunnah Nabi.

"Dengan menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai pedoman, bangsa Indonesia dapat membangun peradaban yang berkeadilan, damai, dan bermartabat di tengah tantangan zaman," pungkas Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 itu.

Quote