Ikuti Kami

Aria Bima Tegaskan Pembentukan Pengurus PAC Harus Pertimbangkan Keterwakilan Gen Z dan Perempuan

Komposisi kepengurusan harus mampu menjawab perkembangan zaman sekaligus mencerminkan keberagaman masyarakat.

Aria Bima Tegaskan Pembentukan Pengurus PAC Harus Pertimbangkan Keterwakilan Gen Z dan Perempuan
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Solo, Aria Bima.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Solo, Aria Bima, menegaskan pembentukan kepengurusan pimpinan anak cabang (PAC) PDI Perjuangan di setiap kecamatan dilakukan dengan mempertimbangkan keterwakilan anak muda atau Generasi Z (Gen Z) serta perempuan.

Menurutnya, komposisi kepengurusan harus mampu menjawab perkembangan zaman sekaligus mencerminkan keberagaman masyarakat.

"Format kepengurusan PAC diputuskan ada komposisi-komposisi yang bisa dilengkapi, seperti komposisi 30 persen perempuan dari 11 orang. Juga kriteria Gen Z sebagai pemilih terbesar, kami sarankan untuk mengisi 3-4 Gen Z di bawah 30 tahun," ungkap dia, dikutip Sabtu (6/6/2026).

Aria Bima menjelaskan, dari total 11 pengurus di setiap PAC, setidaknya terdapat empat hingga lima anak muda atau Gen Z. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan ruang lebih besar bagi generasi muda dalam struktur partai.

Selain keterwakilan generasi muda dan perempuan, DPC PDI Perjuangan Solo juga menetapkan syarat adanya pengurus yang memahami media sosial. Hal itu dinilai penting mengingat perkembangan komunikasi politik saat ini tidak lepas dari peran platform digital.

"Ada satu lagi mengenai kapasitas kompetensi yang terkait era saat ini adalah era media sosial, dari 11 kepengurusan yang ada, kami juga berikan kriteria harus ada satu pengurus yang sangat paham mengenai media sosial. Ini juga sudah dipenuhi," terang dia.

Menurut Aria Bima, kepengurusan PAC juga tetap memperhatikan konfigurasi keterwakilan wilayah kelurahan karena PAC terdiri dari sejumlah pengurus ranting di tingkat kelurahan.

Ia menambahkan, PDI Perjuangan sebagai partai multikultural tidak menjadikan faktor etnisitas sebagai pertimbangan utama, namun tetap menjaga nilai keberagaman dalam kepengurusan partai.

"Kami sebagai partai multikultural menyarankan faktor etnisitas tidak menjadi yang utama. Tapi jadi faktor untuk menjaga kebinekaan yang ada. Selain faktor representasi perwakilan dari umat Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, juga menjadi pertimbangan," urai dia.

Senada dengan itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Solo, Rheo Fernandez, menyebut keterlibatan anak muda dalam jajaran struktural partai, baik di tingkat kota maupun kecamatan, telah mencapai sekitar 30 hingga 40 persen.

Menurut Rheo, komposisi tersebut sudah terlihat sejak proses seleksi calon pengurus PAC PDI Perjuangan se-Kota Solo dilakukan.

Sementara itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Banjarsari, Giyatno, mengatakan kepengurusan di wilayahnya juga telah memenuhi unsur keterwakilan anak muda.

Ia menyebut dari 11 pengurus PAC PDI Perjuangan Banjarsari, terdapat empat hingga lima orang yang tergolong generasi muda dan diharapkan mampu membawa warna baru bagi organisasi partai.

Quote