Jakarta, Gesuri.id – PDI Perjuangan menegaskan kedatangan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri upacara pemakaman Ani Yudhoyono membuktikan tidak adanya selisih paham dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menilai hal tersebut membuktikan kedewasaaan dalam berdemokrasi.
Baca: Megawati Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya Ani Yudhoyono
"Silaturahmi dan komunikasi antartokoh politik, dalam forum apa pun, sangat penting dalam mematangkan budaya demokrasi kita. Demokrasi mengajarkan kapan kita harus berlaga, kapan harus bermitra. Kapan harus berkompetisi, kapan berkolaborasi," ungkap Hendrawan.
Terkait isu-isu liar yang berkembang, Hendrawan menilai hal tersebut tidaklah benar, karena PDI Perjuangan tidak pernah dendam politik.
"Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa narasi yang sering berkembang di luar, bahwa ada dendam politik karena rivalitas kontestasi di masa lalu, tidaklah benar sebagaimana sering kami sampaikan," kata Hendrawan
Ia menyatakan wafatnya Ani Yudhoyono meninggalkan duka bagi bangsa Indonesia. Namun, lanjut Hendrawan, di lain sisi hal ini menjadi momentum untuk kembali menjalin persaudaraan.
"Kepergian Bu Ani sama-sama meninggalkan duka bagi kita semua, namun juga meninggalkan inspirasi tentang makna kesetiaan dan persahabatan. Ini momentum bagi kita untuk mencairkan sekat-sekat yang mengganggu persaudaraan sesama anak bangsa," ujar Hendrawan.
Baca: Senyum Hangat Megawati Untuk SBY
Diberitakan, Megawati menghadiri upacara pemakaman Ani Yudhoyono di TMP Kalibata, Minggu (2/6). Ia ditemani sang putri, Puan Maharani.
SBY sempat bersalaman dengan Megawati dalam kesempatan tersebut. Keduanya pun tampak mengobrol singkat.

















































































