Jakarta, Gesuri.id — Yayasan Rumah Anak Pancasila menghadirkan pendekatan baru dalam memperkenalkan ideologi bangsa kepada generasi muda pada ajang Merah Muda Fest 2026 yang berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (25/10).
Melalui booth interaktif, yayasan ini mengajak generasi muda memahami serta mempraktikkan nilai-nilai Pancasila secara sederhana dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Co-Founder sekaligus Ketua Yayasan Rumah Anak Pancasila, Juan Alexander Wake, menyampaikan bahwa keikutsertaan mereka didasari semangat bersama untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berkompetensi, dan berkontribusi nyata bagi bangsa.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Menurutnya, pembumian Pancasila bukan sekadar hafalan teori, melainkan nilai yang wajib diwujudkan dalam tindakan nyata.
"Kami sangat senang dapat berpartisipasi dalam Merah Muda Fest tahun ini. Kami melihat anak-anak muda yang hadir memiliki perjuangan yang sama, yakni membangun generasi yang benar-benar bermanfaat bagi bangsa dan negara," kata Juan saat ditemui di Lapangan Banteng.
Rumah Anak Pancasila merupakan yayasan nirlaba yang telah berdiri selama kurang lebih empat tahun. Fokus utamanya adalah melakukan internalisasi nilai-nilai Pancasila kepada anak-anak, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat luas.
Pendekatan yang digunakan mengacu pada gagasan Pancasila 1 Juni yang disampaikan oleh Soekarno dalam sidang BPUPKI.
Juan menegaskan bahwa upaya memperkuat pemahaman ideologi dan pembangunan karakter bangsa tidak dapat dikerjakan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas elemen generasi muda.
"Pembumian Pancasila dan pembangunan karakter masa depan tidak bisa dilakukan oleh Rumah Anak Pancasila sendiri. Kami ingin berbagi agar teman-teman di sini juga dapat menerapkan Pancasila, baik bersama kami maupun melalui kegiatan mereka masing-masing," ujarnya.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

Mengenal Konsep "Lima Mutiara"
Selain mengampanyekan pembumian Pancasila, booth Rumah Anak Pancasila juga mengenalkan konsep "Lima Mutiara" kepada para pengunjung festival. Konsep ini terinspirasi dari pemikiran Bung Karno mengenai dasar-dasar Pancasila.
Juan menjelaskan bahwa "Lima Mutiara" dimaknai sebagai lima perasaan bersama yang dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia. Perasaan kolektif inilah yang menjadi elemen perekat utama dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa.
Melalui kehadiran pada Merah Muda Fest 2026, Rumah Anak Pancasila berharap makin banyak anak muda yang memandang Pancasila bukan sebatas fondasi formal negara, melainkan pedoman berperilaku dan bertindak dalam kehidupan bermasyarakat.

















































































