Jakarta, Gesuri.id – Komika Reynaldi Bahar tampil menghibur pengunjung dalam acara Merah Muda Fest yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (25/10).
Dalam penampilannya, Reynaldi membawakan materi stand-up comedy yang memadukan humor, pengalaman pribadi, serta kritik sosial dan politik yang mengundang reaksi penonton.
Salah satu materi yang disampaikan Reynaldi menyinggung perbedaan kondisi pelayanan publik di Sulawesi Selatan dan Jakarta. Dengan gaya komedi khasnya, ia mengangkat persoalan ketersediaan listrik, bahan bakar minyak (BBM), dan air di Sulawesi Selatan, kemudian membandingkannya dengan kondisi Jakarta. Materi tersebut disampaikan melalui sudut pandang politik yang menjadi bagian dari penampilannya.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Reynaldi juga menyelipkan humor mengenai kehidupan pribadinya, terutama kesulitannya mencari pasangan hidup. Ia mengaitkan persoalan tersebut dengan situasi politik di Jakarta dan menyebut nama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam materi komedinya. “Nah, saya nih cari calon istri susah,” ujar Reynaldi, yang kemudian mengundang tawa penonton melalui kelanjutan candaan tersebut.
Selain membahas politik dan kehidupan asmara, Reynaldi menyoroti pentingnya penyelenggaraan acara hiburan yang melibatkan masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, kegiatan seperti Merah Muda Fest perlu rutin digelar karena dapat menjadi ruang berkumpul, hiburan, sekaligus sarana memperluas wawasan bagi anak-anak muda.
Dalam penampilannya, Reynaldi turut menceritakan perkembangan kariernya sebagai komika. Ia mengaku tengah menikmati peningkatan popularitas melalui berbagai penampilan di televisi dan YouTube. “Saya alhamdulillah lagi naik daun lah, Kak. Saya lagi sering ada di TV, di YouTube. Happy,” katanya di hadapan penonton.

Interaksi dengan pengunjung juga menjadi bagian penting dalam penampilan Reynaldi. Ia menyapa sejumlah penonton, menanyakan asal dan tempat tinggal mereka, serta mengajak mereka berbincang secara spontan. Percakapan tersebut kemudian dikembangkan menjadi materi komedi yang membuat suasana pertunjukan terasa lebih akrab dan cair.
Di balik candaan yang disampaikan, Reynaldi menekankan kekhawatirannya terhadap generasi muda yang kurang memiliki minat membaca. Ia menilai rendahnya kebiasaan membaca dapat berdampak pada keterbatasan wawasan, termasuk ketika anak muda harus mengambil keputusan penting sebagai warga negara. “Ketakutan saya paling besar adalah ketika generasi muda yang malas membaca terus punya hak suara,” ujarnya.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Reynaldi kemudian menghubungkan persoalan literasi dengan partisipasi politik masyarakat. Melalui materi tersebut, ia menyindir pemilih yang dinilainya mudah dipengaruhi oleh iming-iming bantuan atau hiburan tanpa mempertimbangkan pemahaman terhadap persoalan publik. Kritik itu disampaikan dalam bentuk humor politik yang menjadi salah satu ciri penampilannya di atas panggung.
Penampilan Reynaldi Bahar di Merah Muda Fest 2026 pun menghadirkan perpaduan hiburan dan kritik sosial. Melalui komedi, ia mengangkat isu pelayanan publik, kehidupan sehari-hari, literasi, dan politik sebagai bahan refleksi bagi penonton. Materi tersebut menunjukkan bagaimana stand-up comedy dapat menjadi ruang untuk menyampaikan pandangan dan kritik terhadap fenomena sosial dengan pendekatan yang ringan, komunikatif, dan menghibur.

















































































