Ikuti Kami

Seni Komunikatif: Tim 'Jejak Sang Fajar' Surabaya Juara Festival Mural Bung Karno di Lamongan

Karya visual penuh makna nasionalisme tersebut kini menghiasi dinding permanen Kantor DPC PDI Perjuangan Lamongan.

Seni Komunikatif: Tim 'Jejak Sang Fajar' Surabaya Juara Festival Mural Bung Karno di Lamongan

Lamongan, Gesuri.id – Festival Mural Bulan Bung Karno 2026 yang digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Lamongan resmi berakhir. Tim "Jejak Sang Fajar" asal Surabaya sukses menyabet gelar juara pertama lewat karya bertajuk Api Perjuangan Lintas Zaman.

Karya visual penuh makna nasionalisme tersebut kini menghiasi dinding permanen Kantor DPC PDI Perjuangan Lamongan, yang sekaligus disulap menjadi galeri seni terbuka untuk masyarakat.

Ajang yang diikuti oleh 18 tim muralis dari berbagai daerah di Jawa Timur ini tidak sekadar menjadi kompetisi seni lukis dinding. Festival tersebut dirancang sebagai ruang ekspresi kreatif sekaligus media edukasi untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan Bung Karno kepada generasi muda.

Karya dari Tim Jejak Sang Fajar dinilai tim juri paling berhasil menerjemahkan gagasan Trisakti, Marhaenisme, serta semangat gotong royong ke dalam bentuk mural yang komunikatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Juri kompetisi, Hendy Prayoga, menjelaskan bahwa keputusan pemenang diambil melalui proses penilaian yang ketat oleh tiga orang juri, yaitu dirinya sendiri, Kanya Catnya, dan Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Nurhadi.

"Seluruh peserta dinilai berdasarkan kesesuaian tema (30 persen), orisinalitas (25 persen), teknik dan komposisi visual (25 persen), serta kekuatan penyampaian pesan (20 persen)," ujar Hendy pada Senin (29/6/2026).

Dari penilaian tersebut, Tim Jejak Sang Fajar meraih nilai tertinggi sebesar 282 poin. Posisi kedua ditempati oleh Tim Mural Literasi dengan 238 poin, disusul oleh Tim Sarirogo di peringkat ketiga dengan 230 poin.

Sementara itu, Tim Ujik Sang Juara meraih Juara Harapan I dan Tim Satu Jiwa menjadi Juara Harapan II. Peserta lain yang belum masuk kategori lima besar tetap mendapatkan hadiah hiburan sebagai bentuk apresiasi.

Didik Nurhadi mengapresiasi penyelenggaraan festival yang dinilai mampu menghubungkan nilai-nilai kebangsaan dengan perkembangan seni budaya masa kini. Menurutnya, seniman memiliki peran penting dalam menyampaikan nilai perjuangan melalui bahasa visual yang mudah diterima publik.

"Lewat karya mural ini, para seniman tidak hanya menghasilkan karya seni, tetapi juga mengaktualisasikan gagasan kebangsaan yang dapat dinikmati masyarakat luas," kata Didik.

Ketua Tim Jejak Sang Fajar, Andreanus Gunawan, mengaku bangga atas pencapaian timnya. Melalui karya bertema Bung Karno dan Generasi Masa Depan, ia ingin mengajak anak muda meneladani semangat berdikari dan gotong royong.

"Saya memang bukan pengikut fanatik Bung Karno, tetapi saya sangat mengagumi pemikiran-pemikirannya yang masih relevan hingga sekarang. Semoga karya kami bisa memberikan inspirasi," tutur Andreanus.

Selain kompetisi mural, rangkaian Bulan Bung Karno 2026 di Lamongan ini juga menghadirkan lomba video berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Ketua Panitia, Dirham, menyebut langkah ini membuktikan bahwa penyampaian pesan kebangsaan harus adaptif terhadap teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai substansialnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Lamongan, Husen, menambahkan bahwa seluruh rangkaian acara ini merupakan cara kreatif partai untuk mengenalkan rekam jejak pemikiran proklamator kepada generasi Z dan milenial.

Quote