Jakarta, Gesuri.id - Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, melakukan penebaran benih ikan lele di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong, pada Rabu (11/2/2026) sore.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk mengintegrasikan hasil perikanan lokal dengan program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), yang bertujuan memberikan asupan makanan bergizi bagi masyarakat.
Bupati Endah Subekti memberikan dukungan penuh terhadap program MBG, dengan menekankan pentingnya integrasi antara produksi lele lokal dan dapur SPPG.
"Integrasi ini sangat krusial agar anak-anak sekolah mendapatkan asupan protein ikan yang segar, sesuai dengan visi Presiden untuk mengoptimalkan potensi laut dan perikanan Indonesia," kata Bupati.
Bupati juga memberikan catatan penting terkait standarisasi produk. Ia meminta pihak Kapanewon dan Kalurahan untuk mempelajari kebutuhan spesifik dapur SPPG, seperti ukuran ikan dan bentuk penyajiannya, agar hasil panen dapat dijual dengan tepat sesuai standar yang dibutuhkan dapur.
Penebaran benih lele ini merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diberikan kepada KDMP Kalurahan Genjahan. Ketua Pengurus KDMP, Ahmad Ruslan Hani, menjelaskan bahwa pihaknya menerima tiga paket budidaya lele tematik dengan metode bioflok. Setiap paket terdiri dari delapan kolam berdiameter enam meter, lengkap dengan peralatan, atap, bibit, obat-obatan, dan pakan untuk satu siklus budidaya.
"Satu kolam rata-rata berisi 2.500 bibit, sehingga total ada sekitar 20.000 bibit per paket. Kami menargetkan hasil panen bisa mencapai 20 ton, yang nantinya diharapkan dapat menyuplai kebutuhan lauk-pauk bagi masyarakat serta mendukung dapur Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG)," ujar Ahmad.
Lurah Genjahan, Agung Nugroho, menyampaikan harapannya agar unit usaha perikanan ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga. Ia mendorong adanya regulasi agar dapur-dapur SPPG di wilayahnya memprioritaskan pembelian bahan baku dari produk lokal, baik ikan dari KDMP maupun sayuran dari kelompok wanita tani (KWT) setempat.
"Kami berharap agar produk lokal, baik itu ikan maupun sayur dari KWT, dapat diserap oleh SPPG. Dengan begitu, ekonomi lingkungan benar-benar berputar," ungkap Lurah Genjahan.
Selain budidaya ikan, lokasi ini juga akan dikembangkan sebagai sentra pertanian terpadu yang mencakup pertanian vertikultur dan peternakan, di mana limbah kolam lele akan dimanfaatkan untuk menyiram tanaman sayuran.
Terkait pengelolaan anggaran, Bupati mengingatkan bahwa dana KDMP yang bersumber dari negara melalui Agrinas berada di bawah pendampingan dan pengawasan Kejaksaan Agung untuk memastikan program berjalan transparan dan memberikan keuntungan nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota Komisi B DPRD Kabupaten Gunungkidul, Lazarus Arintoko, jajaran Dinas Perikanan dan Kelautan, serta unsur Forkopimkap Ponjong.

















































































