Ikuti Kami

Denny Cagur: Merah Muda Fest Bukan Sekadar Pesta

Kegembiraan Harus Melahirkan Kepedulian, Kata Denny Cagur soal Merah Muda Fest 2026

Denny Cagur: Merah Muda Fest Bukan Sekadar Pesta
Kegembiraan Harus Melahirkan Kepedulian, Kata Denny Cagur soal Merah Muda Fest 2026

Jakarta, Gesuri.id - Ketua Panitia Nasional Merah Muda Fest 2026 Denny Cagur menegaskan festival yang digelar di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (25/10/2026) bukan sekadar pesta. Menurut dia, perayaan semangat kepemudaan harus berujung pada kepedulian.

"Merah Muda Fest bukan sekadar pesta. Ini adalah selebrasi yang harus punya arti, dan kegembiraan yang harus melahirkan kepedulian. Kita ingin orang muda tidak hanya datang untuk merayakan, tetapi juga pulang dengan semangat untuk bergerak dan memberikan manfaat bagi sesama," ujar Denny.

Festival bertema "Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Kemanusiaan" itu digelar untuk memperingati 98 tahun Sumpah Pemuda. Merah Muda Fest merupakan program tahunan DPP PDI Perjuangan Bidang Pemuda dan Olahraga, dan tahun ini menjadi penyelenggaraan kedua setelah Yogyakarta pada 2025.

Kepedulian itu diwujudkan lewat tiket solidaritas Rp15.000. Bekerja sama dengan Yayasan Mega Gotong Royong, seluruh hasil penjualan tiket dan donasi pengunjung disalurkan untuk mendukung pemulihan dampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

Napak tilas dan ruang kreativitas

Rangkaian acara mencakup napak tilas Kongres Pemuda II sekitar tiga kilometer, dari Museum Sumpah Pemuda melewati Gereja Katedral hingga berakhir di Taman Lapangan Banteng. Peserta diajak memahami proses historis lahirnya Sumpah Pemuda, termasuk peran Mohammad Yamin, Sugondo Djojopuspito, dan Tabrani.

Sepanjang penyelenggaraan juga digelar senam bersama yang diikuti sekitar 1.000 peserta, bazar UMKM, workshop bahasa isyarat dan daur ulang sampah, hingga pertunjukan seni, stand-up comedy, dan musik.

Agenda lain adalah diskusi mengenai gerakan orang muda untuk kemanusiaan, doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara, penghormatan kepada maestro musik Indonesia almarhum Guruh Soekarnoputra, serta penampilan Souljah dan Pasmingbased.

Pemilihan Lapangan Banteng merujuk sejarah. Di kawasan itu dahulu berdiri gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), lokasi pembukaan Kongres Pemuda II pada 27 Oktober 1928.

Dilanjutkan Public Pulse 28

Denny menyebut Merah Muda Fest menjadi bagian dari upaya membangun ruang dialog antargenerasi. Semangat itu akan dilanjutkan melalui Public Pulse 28 pada 28 Oktober 2026, forum yang mempertemukan generasi muda dan berbagai tokoh untuk mendiskusikan gagasan serta masa depan Indonesia.

"Kami ingin generasi muda Indonesia menjadi generasi yang bukan hanya punya harapan, tetapi juga mau bergerak dan mengambil bagian. Karena masa depan tidak cukup hanya dirayakan. Masa depan harus dibicarakan, dipikirkan, dan diperjuangkan bersama," tutup Denny.

Dengan semangat "Datang dengan Harapan, Bergerak untuk Kemanusiaan", panitia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, merawat persatuan dan menjadikan kemanusiaan sebagai landasan bergerak bersama.

Quote