Ikuti Kami

I Nyoman Parta Bagikan Kisah Kejujuran Petugas Bandara Ngurah Rai

Sikap jujur itu dinilai menjadi bukti bahwa nilai-nilai kejujuran masih melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Bali.

I Nyoman Parta Bagikan Kisah Kejujuran Petugas Bandara Ngurah Rai
Anggota Komisi lll DPR RI Daerah Pemilihan Bali, I Nyoman Parta, membagikan kisah inspiratif tentang kejujuran seorang pekerja Customer Service (CS) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Komang Arini, nama petugas tersebut, mendapat apresiasi setelah menemukan dan mengembalikan telepon genggam milik seorang penumpang yang tertinggal di ruang tunggu bandara. 

Bali, Gesuri.id - Anggota Komisi lll DPR RI Daerah Pemilihan Bali, I Nyoman Parta, membagikan kisah inspiratif tentang kejujuran seorang pekerja Customer Service (CS) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Komang Arini, nama petugas tersebut, mendapat apresiasi setelah menemukan dan mengembalikan telepon genggam milik seorang penumpang yang tertinggal di ruang tunggu bandara. 

Sikap jujur itu dinilai menjadi bukti bahwa nilai-nilai kejujuran masih melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Bali.

“Eh ini tadi pagi berangkat ternyata HP-nya ketinggalan di bawah…”

“Ya terima kasih ya dari Bapak Ibu tidak ambil ini bukan milik saya, bukan milik saya, ini orang Bali asli makasih ya makasih.”

Ungkapan tersebut disampaikan Yogi, staf I Nyoman Parta, setelah berhasil mendapatkan kembali telepon genggamnya yang sempat tertinggal di bawah tempat duduk Gate 4 ruang tunggu Bandara I Gusti Ngurah Rai. Kisah tersebut dibagikan I Nyoman Parta melalui akun Instagram pribadinya.

Peristiwa itu bermula ketika Yogi berangkat dari Bali pada pagi hari. Tanpa disadari, telepon genggam miliknya tertinggal di bawah tempat duduk ruang tunggu Gate 4. Padahal, perangkat tersebut menyimpan berbagai informasi penting, mulai dari kontak keluarga hingga urusan pekerjaan.

Beruntung, telepon genggam tersebut ditemukan Komang Arini, petugas Customer Service yang bertugas di bandara. Alih-alih mengambil barang yang bukan haknya, Komang memilih mengamankan dan mengembalikannya kepada pemilik.

Saat ditanya mengapa tidak mengambil telepon genggam tersebut, Komang memberikan jawaban singkat yang justru memiliki makna mendalam.

“BUKAN MILIK SAYA.”

Kalimat sederhana itu menjadi gambaran integritas seorang pekerja yang tetap memilih berbuat jujur meskipun tidak ada yang mengawasi secara langsung.

Menurut kisah yang dibagikan I Nyoman Parta, Komang Arini merupakan istri dari I Ketut Arta yang tinggal di kawasan Jimbaran. Sikapnya tersebut mendapat apresiasi karena tidak hanya menyelamatkan barang milik penumpang, tetapi juga ikut menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Satu telepon genggam yang dikembalikan dengan jujur dinilai memiliki arti besar bagi citra Bali sebagai destinasi wisata internasional. Keamanan dan kepercayaan penumpang tidak hanya dibangun melalui fasilitas dan sistem pengamanan, tetapi juga melalui integritas orang-orang yang bekerja di dalamnya.

Di balik kisah inspiratif tersebut, terselip pula cerita yang mengundang senyum. Yogi ternyata sempat dicurigai istrinya, Desak, karena tidak bisa dihubungi melalui telepon maupun membalas pesan WhatsApp.

“Yogi dicurigai oleh Desak istrinya karena tidak menjawab saat ditelepon dan membalas saat di WA.”

Situasi itu membuat Yogi mengalami kejadian yang kurang mengenakkan. Selain kehilangan telepon genggam untuk sementara waktu, ia juga harus menghadapi kecurigaan sang istri karena tidak bisa memberikan kabar.

“Yogi – yogi apes kamu sudah ketinggalan HP dicurigai istri pula. Rajin melukat Gik.”

Beruntung, telepon genggam tersebut berhasil ditemukan dan dikembalikan oleh Komang Arini sehingga persoalan tidak berlarut-larut.

Dalam kisah yang dibagikan tersebut, Yogi juga menyampaikan rasa terima kasih sekaligus doa untuk Komang dan keluarganya. Ia menilai tindakan Komang memiliki arti besar bagi kepercayaan penumpang terhadap keamanan bandara.

“Terimakasih ya ibu Komang Arini, yang ibu lakukan itu sangat besar, karena menjaga citra Airport sebagai tempat yang aman bagi penumpang. Doa Ty semoga Ibu Komang dan keluarga sehat selalu.”

Kisah Komang Arini menjadi pengingat bahwa menjaga nama baik Bali tidak selalu harus dilakukan melalui tindakan besar atau jabatan tinggi. Kejujuran dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat dan wisatawan.

Melalui peristiwa tersebut, nilai kejujuran yang selama ini menjadi bagian dari identitas masyarakat Bali kembali mendapat perhatian. Sebuah kalimat pendek, “Bukan Milik Saya”, menjadi bukti bahwa integritas dan harga diri dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Quote