Ikuti Kami

Sadarestuwati: Petani Bukan Hanya Penjaga Ketahanan Pangan, Juga Persatuan Bangsa

Nilai gotong royong yang tumbuh di kalangan petani merupakan wujud nyata pengamalan Pancasila.

Sadarestuwati: Petani Bukan Hanya Penjaga Ketahanan Pangan, Juga Persatuan Bangsa
Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati, menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan saat menyosialisasikan Empat Pilar kepada kelompok tani (Poktan) di Pondok Pesantren Bhakti Bapak Emak, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (14/2/2026).

“Petani bukan hanya penjaga ketahanan pangan, tetapi juga penjaga persatuan bangsa,” ujarnya dalam dialog bersama peserta Poktan.

Kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut digelar sebagai upaya memperkuat pemahaman ideologi hingga ke lapisan masyarakat akar rumput, khususnya para pelaku sektor pertanian. 

Dalam pemaparannya, Sadarestuwati menekankan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar konsep normatif, melainkan fondasi yang harus dihayati dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks. Arus globalisasi yang begitu cepat, derasnya informasi di media sosial, hingga potensi perpecahan sosial menjadi faktor yang harus diantisipasi bersama. 

Ia menilai penguatan ideologi kebangsaan tidak cukup hanya dilakukan di ruang-ruang formal, tetapi juga harus menyentuh masyarakat desa yang menjadi tulang punggung bangsa.

Politisi PDI Perjuangan itu juga menyoroti nilai gotong royong yang tumbuh di kalangan petani merupakan wujud nyata pengamalan Pancasila. Dalam keseharian, para petani terbiasa bekerja bersama, saling membantu dalam proses tanam hingga panen, serta menjaga harmoni sosial di lingkungan pedesaan.

Ia menambahkan, sektor pertanian memiliki posisi strategis, bukan hanya dalam konteks ekonomi dan ketahanan pangan, tetapi juga dalam menjaga stabilitas sosial. Ketika desa kuat dan masyarakatnya solid, maka fondasi kebangsaan pun akan semakin kokoh.

Selain penyampaian materi kebangsaan, kegiatan tersebut diisi dengan dialog interaktif. Para peserta Poktan aktif menyampaikan pandangan dan pertanyaan seputar peran masyarakat desa dalam menjaga stabilitas sosial serta upaya menangkal paham yang berpotensi memecah persatuan.

Sadarestuwati mengapresiasi antusiasme para petani yang hadir. Ia menilai diskusi semacam ini penting untuk memastikan bahwa nilai-nilai Empat Pilar tidak berhenti pada tataran teori, melainkan benar-benar dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui sosialisasi ini, kelompok tani diharapkan tidak hanya berperan dalam menjaga produksi pangan daerah, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan di lingkungan pedesaan. Dengan demikian, pembangunan nasional tidak hanya bertumpu pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada penguatan karakter dan persatuan bangsa.

Quote