Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Prof. Rokhmin Dahuri, M.S., menyerahkan secara simbolis bantuan traktor roda dua kepada kelompok tani di Desa Gunungsari, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat persiapan lahan, menekan biaya usaha tani, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga petani.
"Kehadiran traktor ini diharapkan membantu mempercepat persiapan lahan dan menekan ongkos usaha, sehingga lebih banyak hasil kerja petani yang bisa menjadi pendapatan untuk keluarganya," ujar Prof. Rokhmin saat berdialog bersama warga di teras rumah salah satu warga, dikutip Rabu (28/10/2026).
Dalam pertemuan sederhana tersebut, Prof. Rokhmin duduk lesehan bersama para petani untuk mendengarkan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi. Warga menyampaikan bahwa pengajuan bantuan traktor telah diusulkan sejak tahun sebelumnya hingga akhirnya terealisasi. Mereka pun menyampaikan rasa syukur sekaligus berharap dukungan terhadap sektor pertanian dapat terus berlanjut.
Bagi petani di Desa Gunungsari, keberadaan traktor menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran musim tanam. Selama ini, keterbatasan alat pertanian, tingginya biaya pengolahan lahan, serta semakin langkanya tenaga kerja pertanian menjadi tantangan yang harus dihadapi. Biaya sewa traktor juga kerap mengurangi pendapatan yang diperoleh petani.
Di tengah penyerahan bantuan tersebut, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University itu mengingatkan agar traktor yang diterima tidak hanya dimanfaatkan, tetapi juga dirawat dan dikelola secara bertanggung jawab. Menurutnya, bantuan tersebut perlu menjadi aset bersama yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi seluruh anggota kelompok tani.
Karena tidak semua petani memiliki alat pertanian sendiri, Prof. Rokhmin meminta kelompok tani mengatur penggunaan traktor secara adil. Ia juga mendorong setiap pengguna menyisihkan sebagian biaya pemakaian untuk kebutuhan perawatan, penggantian oli, servis, dan perbaikan apabila terjadi kerusakan.
"Jika tabungan kelompok terus berkembang, dana tersebut diharapkan kelak dapat membantu pembelian alat tambahan," pesannya.
Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2001–2004 itu menegaskan bahwa bantuan pemerintah semestinya menjadi langkah awal untuk membangun kemandirian petani, bukan menciptakan ketergantungan. Pengelolaan aset bersama, pembiasaan menabung, serta tanggung jawab dalam menjalankan usaha dinilai penting untuk memperkuat kapasitas kelompok tani.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program-program pertanian bersama Kementerian Pertanian dan pihak terkait agar dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.
"Manfaat bantuan perlu terus dijaga hingga musim-musim tanam berikutnya: alat tetap berfungsi, pekerjaan petani lebih ringan, biaya lebih efisien, dan kesejahteraan keluarga semakin baik," pungkas Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) tersebut.

















































































