Tanah Tidung, Gesuri.id - Anggota DPR RI dapil Kaltara, Deddy Yevri Sitorus menggelar reses sekaligus penyerahan bantuan hewan kurban di Bebatu Supa Kabupaten Tanah Tidung (KTT). Agenda tersebut dikemas dalam berbagai rangkaian seperti dialog, penyerahan sapi dan panen perdana petani tambak, Minggu (7/10).
Baca: Andreas Hugo Apresiasi Untuk 3 Kemenangan Besar Timnas U-19
Hadir dalam agenda tersebut diantaranya, Fraksi PDI Perjuangan DPRD KTT, kepala desa Bebatu Supa, perwakilan Pertamina, Ketua DPC PDI Perjuangan KTT Markus Jungking, Tokoh masyarakat Udin S dengan total peserta 80 orang.
Ketua DPC PDI Perjuangan KTT Markus Jungking menegaskan, perjuangan Deddy Sitorus untuk warga KTT telah terbukti dan dapat dinikmati masyarakat seperti PLN.
Ia kemudian meminta warga untuk tidak menutup mata akan perjuangan tersebut.
“PLN masuk ke KTT semua perjuangan Deddy Sitorus. Termasuk pula penanganan Covid-19. Bantuan bingkisan lebaran Deddy Sitorus. Hari ini juga beliau akan menyerahkan sapi. Bantuan ini bukan untuk kepentingan beliau, tapi untuk masyarakat. Pemilu lalu suara Deddy nol, tapi beliau tetap datang dan membantu. Harusnya di pemilu kedepan giliran kita bantu Pak Deddy,” tegasnya.
Sementara, Deddy Sitorus dalam sambutannya mengenang kembali perjuangannya saat pertama ke Kaltara hingga ditantang untuk bisa menang di KTT.
“Pertama ke Kaltara saya ditantang kalau tidak ada uang tidak akan bisa menang. Terutama KTT. Tapi daerah mana yang paling tertinggal, KTT. Begitulah resikonya kalau suara kita bisa dibeli. Lebih baik diberi bantuan,” ujar Deddy.
Ia menambahkan, pada Pileg lalu, dirinya hanya peroleh dapat 200 suara. Lantas ia menanyakan para legislator Kaltara yang sudah ke Babatu selain dia.
“Adakah anggota DPR RI yang pernah ke Bebatu? Saya tetap ke Kaltara termasuk KTT karena saya wakil seluruh rakyat Kaltara. Setiap tahun berikan bantuan sembako sebanyak 28.000 paket. 40 ribu vaksin, 76 desa teraliri listrik. Pembangunan BTS di 300 desa. Bangun rumah sakit pratama di Bunyu dan pelabuhan. Tahun depan dua pembangunan pelabuhan di KTT,” pungkasnya.
Setiap tahun, katanya, ia mengeluarkan Rp12 miliar diluar anggaran resmi DPR.

"Saya tidak mau jual janji, kecuali saya sudah berbuat. Saya akan usahakan jalan Bebatu akan diaspal. Sejak Jokowi banyak program bantuan ke masyarakat. Termasuk juga kunjungan Jokowi ke KTT menanam mangrove.” kata Deddy.
Ia turut mingingatkan kepada anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan untuk terus bekerja membangun KTT. “Kalau ada DPRD KTT fraksi PDI Perjuangan yang tidak kerja kita ganti,” ungkapnya.
Keluhan soal air bersih, listrik dan jaringan internet
Di lain hal, Udin, salah satu warga Bebatu juga meminta agar budidaya tambak dikembangkan dan juga terkait air bersih. Permintaan tersebut dijawab Deddy dengan bersedia bersama masyarakat untuk berjuang bersama-sama.
“Budidaya tambak akan kami perjuangkan. Bisa pakai lembaga adat atau kelompok petambak. Saya yakin bisa dapat bantuan. Selain itu, perlu juga diperhatikan kebutuhan air bersih, karena adanya tambang batu bara, kita akan Kerjasama dengan perusahaan.
"Saya minta bupati cek kualitas airnya. Apakah bisa digunakan untuk masyarakat. Lahannya nanti saya urus ke Kementrian ESDM,” paparnya.
Menyambung dari harapan tersebut, Rabet Seniman menekankan persoalan jalan yang dihasilkan atas usaha warga dengan pihak perusahan, di samping itu juga persoalan air bersih menjadi catatan penting oleh masyarakat untuk pemerintah dan perusahan.
“Jalan di sini bukan dibangun pemerintah, tapi hasil perjuangan masyarakat ke perusahaan. Listrik dan signal 4G sudah bagus. Yang paling penting kebutuhan air bersih,” kata Rabet Seniman.
Hal ini diminta Dedy untuk memperhatikan terkait status jalan agar apa yang disuarakan tepat sasaran.
“Jalan desa kewenangannya ada di Kabupaten. DPRD harus komunikasi dengan bupati. Sementara, antuan alat-alat musik saya pastikan bisa dibantu. Buat surat permohonan,” kata Deddy.
Masalah layanan kesehatan dan bantuan ambulans
Baca: Kapolda Papua Barat Harus Tindak Tambang Ilegal & Alkohol
Seorang warga bernama Kasmawati turut mengeluh soal ketersediaan akses kesehatan. Hal ini menjadi sorotan apabila salah satu warga yang sakit dan dirujuk ke rumah sakit yang jaraknya jauh, sedangkan ambulans minim.
“Masalah kesehatan. Rujukan harus ke rumah sakit di kabupaten. Tapi biasanya dirujuk ke Tarakan.Kami sangat memohon untuk adanya bantuan ambulans air,” ujar Kasmawati.
“Kepala desa buatkan surat permintaan sama spesifikasinya untuk permohonan ambulance air," tutur Deddy.
Lebih lanjut, terkait bantuan seragam sholawat 150 pasang, bantuan permainan untuk sekolah paud, akses jaringan di Desa Bandan Bikis dan kelompok tani hutan yang masalah dengan kemitraan dan berbagai keluhan masyarakat tersebut ditegaskan kembali oleh Deddy, bahwa dirinya akan berusaha maksimal untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat.

















































































