Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, turun langsung ke lapangan memimpin aksi bersih-bersih drainase dan saluran irigasi di kawasan perkotaan Garut yang dipenuhi tumpukan sampah plastik, Minggu (1/2/2026).
“Masih ada warga yang menjadikan sungai dan irigasi sebagai tempat sampah. Padahal dampaknya bisa menyebabkan banjir dan pencemaran lingkungan,” kata Yudha.
Sejak pagi hari, Yudha bergerak bersama kader PDI Perjuangan, petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (LH), perwakilan UPT PUPR Tarogong Kidul, Satpol PP Garut, BPBD Garut, Abah Muda dari komunitas Pemuda Akhir Jaman, hingga Relawan Rumah Garut (RRG). Mereka menyisir sejumlah titik rawan penumpukan sampah di pusat kota.
Beberapa lokasi yang menjadi sasaran pembersihan antara lain drainase di depan Kantor Bupati Garut, Kantor Bapenda Garut, kawasan STIE Yasa Anggana, serta saluran irigasi Ciroyom di samping Kantor PLN Tarogong, RW 09, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul.
Di saluran irigasi Ciroyom yang melintasi Jalan Otista Garut, tim menemukan tumpukan sampah plastik yang menghambat aliran air. Berkat kerja sama lintas instansi dan relawan, sampah di lokasi tersebut berhasil diangkut hanya dalam waktu sekitar dua jam.
“Saat ini Dinas LH belum mampu menggaji 237 relawan petugas kebersihan. Sementara PPPK paruh waktu di Dinas PUPR hanya menerima sekitar Rp 700 ribu per bulan dengan jumlah SDM yang terbatas,” ujar Yudha.
Usai membersihkan irigasi Ciroyom, kegiatan dilanjutkan ke kawasan Jalan Ibrahim Adjie yang dikenal sebagai landmark baru Kota Garut. Namun, kondisi parit di sepanjang jalan tersebut kembali dipenuhi sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan. Hingga sore hari, sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai satu truk dan dua mobil pikap.
“Kalau kita melihat sampah dibuang sembarangan, ambil dan buang ke TPS terdekat. Jangan cuek,” ucapnya.
Yudha menegaskan persoalan sampah bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh masyarakat. Ia juga meminta kepala daerah untuk mengoptimalkan manajemen pengangkutan sampah serta memberikan perhatian serius kepada relawan kebersihan.
“Yang paling penting, mari kita hentikan kebiasaan buang sampah sembarangan. Kota yang bersih tidak lahir dari slogan, tapi dari kesadaran bersama,” pungkasnya.

















































































