Ikuti Kami

Yuke Yurike: Donasi Rp15.000 per Pengunjung Merah Muda Fest untuk Korban Karhutla Kalimantan

Pojok Bung Karno, Napak Tilas, hingga Konser Amal dalam Merah Muda Fest 2026

Yuke Yurike: Donasi Rp15.000 per Pengunjung Merah Muda Fest untuk Korban Karhutla Kalimantan
Pojok Bung Karno, Napak Tilas, hingga Konser Amal dalam Merah Muda Fest 2026

Jakarta, Gesuri.id - Merah Muda Fest 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/10/2026), bukan hanya panggung perayaan Sumpah Pemuda. Sepanjang hari panitia menggalang donasi bagi korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, lalu menutup acara dengan konser amal pada malam hari.

Wakil Bendahara DPP PDI Perjuangan yang juga anggota DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan donasi dikumpulkan dari pengunjung melalui barcode atau QRIS yang ditempel di sejumlah titik area acara. Nilainya Rp15.000 per peserta.

"Kita pun juga menggalang donasi untuk korban kebakaran hutan di Kalimantan, saudara-saudara kita di sana yang sedang mengalami musibah," kata Yuke di lokasi acara.

Ia memastikan seluruh donasi diserahkan setelah rangkaian acara selesai. "Mereka bisa berdonasi sebesar Rp15.000, yang akan sepenuhnya nanti selesai acara akan kita serahkan untuk teman-teman yang mengalami musibah di Kalimantan, untuk kebakaran hutan," ujarnya.

Rangkaian seharian

Menurut Yuke, acara berlangsung dari pagi hingga malam. Pagi hari diisi senam dan Zumba, lalu bazar, talkshow, kulineran, sejumlah aktivitas lomba termasuk mahyong, pelatihan bahasa isyarat, hingga pertunjukan seni.

Sore hari, peserta mengikuti napak tilas dari Museum Sumpah Pemuda melewati Gereja Katedral dan berakhir di Lapangan Banteng. Malam harinya ditutup konser amal.

"Jadi acara ini seharian bisa diikuti oleh semua pengunjung yang ingin berdonasi," kata Yuke.

Di lokasi juga terdapat Pojok Pemikiran Bung Karno dan mock-up tenda yang dibuat menyerupai ruang Kongres Sumpah Pemuda 1928.

"Di sana juga kita ingin anak-anak muda yang hadir di sini bisa ikut merasakan suasana pada saat dulu, di mana pemikir-pemikir muda dari berbagai macam suku, dari berbagai daerah itu berkumpul bersatu merumuskan satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa," ujarnya.

Selaras dengan mandat BAGUNA

Merah Muda Fest 2026 mengusung tema "Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Kemanusiaan". Menurut Yuke, tema itu tidak berhenti sebagai slogan. "Makna dari Sumpah Pemuda itu juga harus tetap kita hayati," katanya.

Dalam Anggaran Dasar PDI Perjuangan Pasal 49, Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) mengoordinasikan dan melaksanakan kegiatan mitigasi serta bantuan dan penanggulangan bencana, yang meliputi bencana alam, bencana sosial, kebakaran, konflik sosial, pengungsi, hingga bencana industri. Penggalangan donasi karhutla di Merah Muda Fest berada dalam kerangka itu.

Festival ini digelar tiga hari sebelum Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, dan merupakan penyelenggaraan kedua setelah Yogyakarta pada 2025. Setelah acara, perhatian panitia beralih ke penyaluran donasi ke wilayah terdampak.

"Jadi ini adalah rangkaian acara, mudah-mudahan anak-anak muda se-Indonesia, khususnya kalau di sini Jakarta dan sekitarnya, bisa mengikuti, bisa bersenang-senang di sini, tetapi juga makna dari Sumpah Pemuda itu juga harus tetap kita hayati," kata Yuke.

Quote