Ikuti Kami

Berkat Tangan Dingin Sofyan Tan, Mendiktisaintek Sebut Universitas ST Bhinneka "Kampus Monumental"

Prof. Brian secara khusus memuji peran sentral dr. Sofyan Tan.

Berkat Tangan Dingin Sofyan Tan, Mendiktisaintek Sebut Universitas ST Bhinneka
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan.

Medan, Gesuri.id – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, tak dapat menyembunyikan kekagumannya saat meresmikan Gedung Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka di Jalan T.B. Simatupang, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Senin (29/6). 

Prof. Brian secara khusus memuji peran sentral dr. Sofyan Tan, sosok pejuang pendidikan di balik berdirinya kampus yang ia sebut sebagai "kampus monumental" tersebut.  

Hanya dalam waktu tiga tahun, perguruan tinggi swasta (PTS) ini sukses membangun gedung perkuliahan yang megah beserta perpustakaan yang representatif, meski saat ini belum meluluskan satu pun alumni. Keberhasilan luar biasa ini dinilai murni lahir dari visi besar, kegigihan, dan semangat gotong royong yang digerakkan oleh Sofyan Tan.  

"Ini adalah gedung monumental dari visi besar, perjuangan, pengorbanan, kerja sama, gotong royong, dan kolaborasi. Kampus ini belum memiliki alumni, tetapi sudah mampu bergotong royong membangun gedung dan perpustakaan," ujar Prof. Brian. Ia bahkan mengajak seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan PTS di Indonesia untuk mencontoh model pembangunan ST Bhinneka.  

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Kekaguman Mendiktisaintek didasari oleh kisah panjang perjuangan dr. Sofyan Tan yang membangun lembaga pendidikan dari nol. Bagi Prof. Brian, Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan tersebut adalah prototipe pejuang pendidikan sejati yang tidak sekadar berwacana, tetapi terjun langsung mengesekusi visinya.  

Begitu terinspirasi oleh rekam jejak ini, Prof. Brian berencana mengundang Sofyan Tan secara khusus untuk berbicara di hadapan para pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia.  

"Nanti saya akan mengundang Pak Sofyan berbicara di depan seluruh perguruan tinggi. Perjuangan beliau harus menginspirasi kampus-kampus lain di Indonesia. Pendidikan Indonesia membutuhkan terobosan besar dan kegigihan seperti ini," tegasnya.  

Prof. Brian juga menyarankan agar pihak kampus membangun diorama atau ruang informasi sejarah di bagian bawah gedung untuk merekam perjalanan panjang dan pengorbanan Sofyan Tan dalam mendirikan ST Bhinneka. Selain itu, ia berharap perpustakaan kampus dapat dibuka untuk masyarakat umum sebagai pusat literasi.  

Sementara itu, dr. Sofyan Tan yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM), mengakui bahwa kehadiran Mendiktisaintek menjadi suntikan semangat baru bagi civitas akademika.  

Dalam kesempatannya, Sofyan Tan mengenang kembali masa-masa pelik saat merintis lembaga pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya hampir terpaksa menjual sekolah karena kesulitan finansial dan tidak sanggup membayar pinjaman bank.  

Di tengah momen emosional tersebut, Sofyan Tan memperkenalkan Paidi Iskak, seorang warga biasa yang sengaja diundangnya. Paidi adalah sosok berjasa yang di masa lalu rela meminjamkan tanahnya untuk diagunkan ke bank sebagai modal awal Sofyan Tan mendirikan sekolah.  

Selain Paidi, Sofyan Tan juga memberikan penghormatan mendalam kepada almarhum Sarwono Kusumaatmadja, mantan menteri yang menjadi mentor sekaligus sahabat karibnya.  

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

"Beliau selalu mengingatkan saya agar jangan pernah menyerah memperjuangkan pendidikan dan nilai-nilai multikultural," kenang Sofyan Tan.  

Sebagai bentuk dedikasi atas pesan-pesan moral sang mentor, Sofyan Tan mengabadikan nama Sarwono Kusumaatmadja sebagai nama perpustakaan Universitas ST Bhinneka. Perpustakaan ini sendiri menjadi simbol gotong royong yang nyata, di mana 319 donatur telah menyumbangkan 15.718 buku senilai Rp1,938 miliar.  

Melalui ST Bhinneka, Sofyan Tan membawa misi besar untuk menghadirkan pendidikan berkualitas tinggi yang inklusif.  

"Harapan kami sederhana, ST Bhinneka menjadi perguruan tinggi swasta rasa negeri yang melahirkan generasi unggul bagi Indonesia. Bahkan kami bermimpi suatu hari nanti dari kampus ini lahir ilmuwan yang mampu meraih Nobel dan mengharumkan nama bangsa," pungkas Sofyan Tan optimis.

Quote