Ikuti Kami

Blusukan ke Mangkang, Wali Kota Semarang Targetkan 2.500 RTLH Rampung Diperbaiki Tahun Ini

Agustina berupaya mengurai berbagai persoalan wilayah sekaligus menyiapkan langkah intervensi komprehensif.

Blusukan ke Mangkang, Wali Kota Semarang Targetkan 2.500 RTLH Rampung Diperbaiki Tahun Ini
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.

Semarang, Gesuri.id – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, melakukan kunjungan lapangan untuk menemui warga di Kelurahan Mangkang Kulon dan Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Jumat (10/7/2026). 

Melalui dialog langsung tersebut, Agustina berupaya mengurai berbagai persoalan wilayah sekaligus menyiapkan langkah intervensi komprehensif.

Fokus utama kunjungan ini mencakup berbagai sektor, mulai dari jaminan sosial, kesehatan masyarakat, perbaikan infrastruktur pengairan sawah, hingga percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem melalui program pembenahan hunian. Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang membidik target penyelesaian perbaikan ribuan unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar 

“Prioritas utama di tahun ini, kami menargetkan penyelesaian 2.500 unit RTLH untuk kita bereskan bersama. Pemkot Semarang mengalokasikan 1.500 unit,” ujar Agustina di sela-sela dialog bersama warga.

Ia menambahkan bahwa program ini mendapat dukungan tambahan dari pemerintah pusat sebanyak 1.000 unit, serta stimulan dari pemerintah provinsi. Jika kuota anggaran reguler tersebut belum mencukupi kebutuhan di lapangan, Pemkot Semarang akan bergerak taktis merangkul mitra swasta melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Selain penataan fisik hunian, wali kota juga menaruh perhatian serius pada aspek kesehatan masyarakat di kawasan permukiman padat. Ia menginstruksikan jajaran puskesmas setempat untuk proaktif melakukan jemput bola setelah menerima laporan adanya warga yang membutuhkan penanganan medis.

“Saat meninjau lingkungan tadi, saya melihat ada beberapa hal yang harus segera diintervensi. Kesehatan masyarakatnya juga saya minta dicek,” jelasnya. “Saya berharap jajaran puskesmas untuk lebih rajin turun ke lapangan. Tadi ada laporan warga yang terkena stroke dan saya minta itu segera ditangani dengan cepat,” tegas Agustina.

Tidak berhenti pada urusan sosial dan kesehatan, kunjungan lapangan ini juga dimanfaatkan untuk mengurai problematika pengairan lahan pertanian. Agustina menemukan adanya penyempitan saluran air (bottleneck) serta dimensi pintu air yang terlalu kecil, sehingga debit air sungai kerap melimpas ke rumah warga sebelum sampai ke area persawahan.

Menyikapi kendala teknis tersebut, Agustina menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang untuk melakukan normalisasi, memperlebar saluran, serta meremajakan sistem pintu air di kawasan Mangkang.

Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres

“Ada kendala saluran yang menyempit dari sungai ke pintu menuju sawah, dimensinya agak kecil sehingga memicu limpasan ke permukiman. Saya sudah meminta Dinas PU untuk mengecek dan memperlebar saluran tersebut,” terangnya.

Menurut Agustina, pola penanganannya adalah mengganti pintu air yang lama dengan dimensi yang jauh lebih besar agar pengairan sawah berjalan lancar tanpa merendam rumah warga.

Melalui rangkaian temu warga ini, ia menegaskan bahwa peninjauan langsung menjadi instrumen penting bagi Pemkot Semarang untuk menyerap aspirasi riil dari akar rumput. Langkah ini memastikan setiap kebijakan intervensi yang diambil pemerintah daerah benar-benar akurat, adaptif, dan menyentuh langsung kebutuhan mendasar masyarakat.

Quote