Landak, Gesuri.id – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengajak masyarakat untuk memperkuat kemandirian pangan rumah tangga sebagai langkah konkret menghadapi tekanan ekonomi global yang mulai berdampak ke daerah.
Salah satu cara sederhana yang ia sarankan adalah dengan mengoptimalkan lahan pekarangan rumah untuk kegiatan produktif.
Pesan tersebut disampaikan Karolin saat menghadiri penyerahan simbolis Bantuan Pangan periode Februari–Maret 2026 di Balai Desa Kecamatan Jelimpo, Rabu (17/6/2026).
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Ia mengingatkan warga agar mengurangi waktu bermain media sosial dan mulai menanam kebutuhan pangan harian seperti cabai, tomat, dan sayuran untuk menekan pengeluaran keluarga.
“Kita tanam untuk diri kita dan keluarga. Cabai mahal, bawang mahal, tanam di pot bekas kaleng cat. Dua pohon tomat, dua pohon cabai untuk satu rumah masa tidak mampu makannya,” ujar Karolin.
Karolin menjelaskan bahwa kondisi geopolitik dunia yang bergejolak turut memengaruhi kebijakan fiskal pemerintah, termasuk adanya pemotongan anggaran di daerah. Kondisi ini membuat kemampuan pemerintah dalam memenuhi seluruh kebutuhan dan usulan masyarakat menjadi terbatas.
Oleh karena itu, Karolin meminta warga memahami keterbatasan kuota bantuan sosial yang tersedia. Ia menegaskan bahwa bantuan dari pemerintah memiliki keterbatasan anggaran dan tidak mungkin menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara bersamaan.
“Bantuan itu tidak mungkin memayungi langit. Jadi Ibu Bapak yang tidak dapat, nanti bisa didata kembali, diusulkan kembali. Barang ini kan terbatas, jadi tidak usahlah diributkan,” tegasnya, seraya mengimbau warga untuk tetap menjaga keharmonisan lingkungan.
Dalam program ini, Kabupaten Landak mendapatkan alokasi untuk 58.719 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap keluarga menerima paket bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
“Untuk Kecamatan Jelimpo sendiri tercatat ada 3.107 KPM,” tambah Karolin.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Sementara itu, Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Barat terus mempercepat proses distribusi agar seluruh penerima memperoleh haknya tepat waktu. Pimpinan Perum Bulog Kanwil Kalbar, Rasiwan, menyebutkan bahwa hingga pertengahan Juni, realisasi penyaluran di Kabupaten Landak baru mencapai sekitar 40 persen.
Untuk mengejar sisa target 60 persen sebelum batas administrasi (cut-off) pada 30 Juni 2026, Bulog menerapkan strategi jemput bola ke wilayah yang mengalami kendala akses maupun jaringan komunikasi.
Melalui sinergi bantuan pangan dan penguatan ketahanan pangan mandiri ini, Pemerintah Kabupaten Landak berharap masyarakat dapat lebih tangguh menghadapi tantangan ekonomi sekaligus tetap menjaga solidaritas sosial.

















































































