Jakarta, Gesuri.id – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mendorong pemerintah untuk menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengoptimalkan dapur atau kantin sekolah.
Model berbasis sekolah (school-based kitchen) dinilai jauh lebih efektif dan terbukti sukses diterapkan di berbagai negara.
Charles membeberkan bahwa usulan tersebut sebenarnya sudah ia suarakan sejak awal pembahasan program MBG. Konsep dapur sekolah ini diyakini mampu memangkas rantai distribusi makanan secara signifikan, sehingga kualitas hidangan lebih terjaga dan risiko keracunan massal dapat ditekan sekecil mungkin.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
"Kalau mengacu pada negara-negara yang berhasil menjalankan program makan bergizi, model terbaik adalah menggunakan dapur berbasis sekolah," tegas Charles di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Menurut Charles, pendeknya jalur distribusi memastikan makanan sampai ke meja siswa dalam kondisi hangat, segar, dan layak konsumsi. Selain itu, keterlibatan langsung pihak kantin sekolah akan memperketat pengawasan terhadap higienitas dan kualitas nutrisi makanan.
Dampak positifnya tidak berhenti di situ. Charles menilai penerapan dapur sekolah juga akan menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Kebutuhan bahan baku pangan, mulai dari sayur-mayur, daging, hingga beras, dapat dipasok langsung dari pedagang pasar tradisional, peternak, serta pelaku UMKM di sekitar lingkungan sekolah.
Di sisi lain, politisi PDI Perjuangan ini mengkritisi skema MBG saat ini yang mengandalkan Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Konsep yang terlalu terpusat tersebut dinilai rentan memicu kendala logistik di lapangan.
"Model sentralisasi seperti itu berpotensi menimbulkan persoalan distribusi, termasuk kasus keracunan massal yang sempat terjadi di sejumlah daerah beberapa waktu lalu," sorotnya.
Baca: Ini 3 Faktor yang Membuat Ganjar Pranowo Menjadi Capres Terkuat
Meski menyambut baik wacana pelibatan kantin sekolah, Charles mengingatkan pemerintah agar segera merumuskan mekanisme pelaksanaan yang matang. Ia juga mewanti-wanti nasib infrastruktur SPPG yang terlanjur dibangun agar tidak mangkrak dan memicu pemborosan anggaran baru.
Merespons dinamika ini, Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan ruang terbuka untuk mengkaji berbagai alternatif model pelaksanaan MBG. Termasuk di antaranya opsi melibatan kantin sekolah sebagai bagian dari ekosistem penyediaan makanan bergizi bagi peserta didik.
Pihak BGN menegaskan, kajian mendalam tengah dilakukan demi merumuskan skema terbaik. Langkah ini diambil untuk mendongkrak efektivitas program di lapangan, sekaligus memastikan manfaat nyata MBG dapat dirasakan secara aman dan optimal oleh para siswa di seluruh penjuru Indonesia.

















































































