Ikuti Kami

Data Desil Warga Keliru, Anas Karno Minta RT/RW Mendata dan Lurah Turun Tangan

Anas meminta seluruh pengurus RT dan RW untuk segera mendata warga yang terdampak guna mendampingi proses penyanggahan data.

Data Desil Warga Keliru, Anas Karno Minta RT/RW Mendata dan Lurah Turun Tangan
Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno

​Surabaya, Gesuri.id — Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, merespons cepat keluhan warga terkait ketidaksesuaian data tingkat kesejahteraan (desil). 

Ia meminta seluruh pengurus RT dan RW untuk segera mendata warga yang terdampak guna mendampingi proses penyanggahan data.

​Instruksi tegas tersebut disampaikan Anas saat menggelar serap aspirasi (reses) di RW 08 dan RW 03 Kelurahan Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo, Kamis (1/10/2026).

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Dalam kesempatan itu, sejumlah warga mengeluhkan status desil mereka yang tergolong tinggi seperti Desil 9—padahal kondisi ekonomi di lapangan tergolong kurang mampu.

​"Dalam dua titik reses di Nginden Jangkungan, banyak warga menyampaikan bahwa desil mereka tidak sesuai kondisi riil. Karena itu, saya minta RT dan RW segera mendata warga yang terdampak untuk didampingi melakukan penyanggahan," ujar Anas.

​Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menjelaskan, sebagian besar masyarakat belum memahami mekanisme penyanggahan data secara mandiri melalui sistem yang disediakan pemerintah. Untuk mengatasi hambatan tersebut, ia langsung berkoordinasi dengan pihak kelurahan.

​"Per hari ini, petugas kelurahan sudah berada di balai-balai RW. Saya minta lurah ikut memonitor dan turun langsung membantu warga yang ingin melakukan penyanggahan data desil," tegasnya.

​Anas menekankan bahwa validitas data kesejahteraan merupakan hal vital karena menjadi pijakan utama penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos) maupun pemberdayaan masyarakat dari pemerintah kota.

​"Kalau memang ada data yang tidak sesuai kondisi lapangan, harus segera diperbaiki melalui mekanisme yang tersedia. Tujuannya agar masyarakat mendapatkan haknya secara tepat dan program pemerintah benar-benar tepat sasaran," pungkas Anas.
​
​Dalam jaring aspirasi tersebut, salah seorang warga RT 5 RW 3 Nginden Jangkungan, Erna Susanti, mengaku kaget lantaran mendadak masuk kategori Desil 9. Padahal, sehari-hari ia bersama keluarganya masih menumpang di rumah kerabat dengan kondisi ekonomi terbatas.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

​"Saya heran kok bisa masuk Desil 9. Rumah saja masih menumpang dan satu kamar ditempati beberapa orang. Jangankan punya mobil, motor saja masih kredit. Kalau dianggap mampu, saya khawatir anak saya yang belum punya pekerjaan tetap jadi tertutup kesempatannya mendapat program bantuan," tutur Erna.

​Hal senada diakui Ketua RW 08 Nginden Jangkungan, Sadeli. Ia mengapresiasi langkah konkret Anas Karno dan menyatakan siap berkoordinasi dengan pengurus RT serta kelurahan agar persoalan kelirunya data desil warga segera terurai.

​Kegiatan reses ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Pria yang akrab disapa Cak Ji tersebut turut menyemarakkan suasana dengan membagikan bingkisan paket sembako gratis kepada peserta reses.

Quote