Kabupaten Tangerang, Gesuri.id – Ketua Bidang Organisasi PMI Kabupaten Tangerang sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tangerang, Deden Umar Dani, meminta seluruh pihak mempercepat proses pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan warga yang terdampak asap harus menjadi perhatian utama.
Deden mengatakan, jika diperlukan pemerintah dapat meminta bantuan armada pemadam kebakaran dari daerah sekitar agar api lebih cepat dikendalikan.
“Harus dipastikan semua pihak bekerja maksimal dalam upaya pemadaman. Bila diperlukan, segera minta bantuan unit mobil pemadam dari daerah sekitar sebagai langkah percepatan,” kata Deden, Rabu (1/7/2026).

Ia menegaskan, upaya pemadaman tidak boleh hanya berfokus pada pengendalian api, tetapi juga harus dibarengi dengan perlindungan kesehatan masyarakat yang terdampak asap kebakaran.
Deden mengaku telah meninjau langsung posko kesehatan yang didirikan sejumlah puskesmas di sekitar lokasi. Menurutnya, respons Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menangani dampak kebakaran sudah berjalan cukup baik.
“Saya melihat langsung posko kesehatan dari beberapa puskesmas di sekitar lokasi. Artinya, pemerintah daerah sudah cukup baik dalam upaya pemadaman sekaligus menjaga kesehatan dan keselamatan warga terdampak,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jatiwaringin bersama PMI Kecamatan Sukadiri membagikan masker kepada warga yang terdampak asap kebakaran.
Masker dibagikan kepada warga di RT 006/RW 002, RT 005/RW 003, RT 004/RW 003, RT 002/RW 003, dan RT 001/RW 003. Penyaluran dilakukan oleh relawan PMI bersama anggota FKDM dan diterima langsung oleh warga dengan didampingi ketua RT serta ketua RW setempat.
Selain penanganan kebakaran, Deden mengingatkan pemerintah daerah agar segera menyiapkan solusi terkait pembuangan sampah selama TPA Jatiwaringin belum dapat beroperasi secara normal.

Menurutnya, TPA Jatiwaringin setiap hari menampung lebih dari 2.000 ton sampah dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang. Jika tidak segera disiapkan lokasi pembuangan sementara, persoalan baru berupa penumpukan sampah dikhawatirkan akan terjadi.
“Yang tidak kalah penting adalah segera mencari solusi pembuangan sampah selama proses pemadaman berlangsung. Ada lebih dari 2.000 ton sampah per hari yang biasanya masuk ke TPA Jatiwaringin. Jangan sampai setelah kebakaran selesai, muncul masalah baru berupa penumpukan sampah di Kabupaten Tangerang,” tegas Deden.
Ia berharap koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar proses pemadaman dapat segera diselesaikan, sementara pelayanan kesehatan bagi warga dan pengelolaan sampah tetap berjalan optimal.

















































































