Muara Taweh, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPRD Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah Fraksi PDI Perjuangan Denny Hermanto Sumarna angkat bicara atas tergenangnya (banjir) pada beberapa ruangan di RSUD Muara Teweh.
Denny menilai air yang tergenang itu bias menimbulkan masalah baru, terlebih genangan tersebut terjadi di rumah sakit.
Baca: Wali Kota Risma Lirik Pembangunan Rumah Sakit Wisata
“Terutama yang kita takutkan, bila banjir, ada pembuangan limbah RSUD yang sangat berbahaya bisa mengakibatkan pencemaran lingkungan atau mungkin gatal-gatal pada pasien dan keluarga yang menemani saat rawat inap,” ujarnya, Kamis (4/10).
Guna mencegah hal tersebut, pria yang biasa disapa Liping ini menyarankan, instansi terkait dan Dinas PUPR Kabupaten Barut segera merencanakan dan melaksanakan penganggaran saluran drainase dalam APBD murni 2019, sehingga ada drainase baru.
“Hal yang harus diperhatikan saat membuat drainase itu, elevasi dan lokasi bangunan rumah sakit harus lebih tinggi, sehingga bila terjadi hujan, air tidak tergenang,” katanya.
Denny menilai genangan ini terjadi akibat dampak dari pembangunan gedung baru yang sedang berlangsung, PT Jaya Kontruksi (Jakon) sealkau kontraktor mesti bertanggung jawab.
“Kami minta pemkab segera mengevaluasi, supaya peristiwa kebanjiran tidak terulang kembali,” sebutnya.
Baca: Meski BPJS Bermasalah, Rumah Sakit Tak Boleh Menolak Pasien
Sejak Selasa (2/10)dini hari, beberapa ruangan tempat pelayanan di RSUD Muara Teweh seperti poliklinik, tempat rawat inap pasien di zaal A dan zaal B terendam air alias kebanjiran, karena drainase tersumbat dan tidak mampu menampung pembuangan air hujan yang terjadi semalaman.
Akibatnya pelayanan pada Selasa pagi tertunda beberapa jam, karena harus menunggu petugas gabungan RSUD dan BPBD membersihkan lantai yang basah.

















































































