Ikuti Kami

Edy Wuryanto Dorong Percepatan Deteksi TBC

Edy menyebut, Kabupaten Blora termasuk daerah prioritas penanganan TBC di Jawa Tengah, selain Kabupaten Grobogan.

Edy Wuryanto Dorong Percepatan Deteksi TBC
Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto.

Blora, Gesuri.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto menghadiri kegiatan cek kesehatan gratis yang digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Blora, Jumat (10/4).

Kegiatan tersebut disambut antusias ratusan warga yang memanfaatkan layanan pemeriksaan sebagai langkah awal mengetahui kondisi kesehatan mereka.

Dalam kesempatan itu, Edy menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai upaya deteksi dini berbagai penyakit, khususnya Tuberkulosis (TBC).

Baca: Ganjar Pranowo Pimpin Demo Hari Antikorupsi

Menurutnya, hasil dari kegiatan ini akan menjadi dasar bagi tenaga medis untuk menentukan langkah penanganan yang tepat bagi masyarakat.

Ia juga mengungkapkan rencana kunjungan kerja bersama Wakil Menteri Kesehatan ke Blora pada 20–21 April mendatang.

Agenda tersebut merupakan bagian dari percepatan program nasional dalam menekan angka kasus TBC, yang menjadi salah satu fokus pemerintah pusat.

Edy menyebut, Kabupaten Blora termasuk daerah prioritas penanganan TBC di Jawa Tengah, selain Kabupaten Grobogan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, jumlah penderita TBC di Blora mencapai sekitar 2.000 orang yang akan menjadi sasaran utama dalam program skrining.

Untuk mendukung upaya tersebut, pemeriksaan akan dilakukan menggunakan layanan rontgen keliling yang langsung menyasar desa-desa.

Langkah ini dinilai efektif untuk menghindari stigma sosial yang kerap membuat masyarakat enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

“Pendekatannya kita jemput bola. Jadi warga tidak perlu datang ke puskesmas, tapi layanan yang mendatangi mereka,” jelasnya.

Selain pasien, pemeriksaan juga akan menyasar keluarga atau orang yang memiliki kontak erat. Dengan estimasi satu pasien memiliki lima kontak erat, jumlah warga yang akan menjalani skrining diperkirakan mencapai 10 ribu orang.

Setelah pemeriksaan rontgen, proses diagnosis akan dilanjutkan dengan Tes Cepat Molekuler (TCM) guna memastikan apakah seseorang benar terinfeksi TBC. Metode ini dinilai lebih akurat dalam menentukan status penyakit.

Bagi warga yang dinyatakan positif, akan langsung diarahkan menjalani pengobatan hingga tuntas. Durasi pengobatan sendiri berkisar antara 4 hingga 12 bulan, tergantung kondisi masing-masing pasien.

Baca: Ganjar: Saya Tidak Bisa Asal Janji yang Nanti Tak Bisa Dilaksanakan

Edy optimistis, melalui langkah terintegrasi tersebut, kasus TBC di Blora dapat ditekan secara signifikan dalam kurun waktu 6 hingga 12 bulan ke depan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak takut ataupun malu untuk melakukan pemeriksaan.

Menurutnya, stigma negatif terhadap penderita TBC justru menjadi salah satu kendala utama dalam upaya penanganan.

“TBC itu bisa sembuh, yang penting disiplin dalam pengobatan sampai selesai,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, program cek kesehatan gratis ini akan digelar rutin setiap tanggal 10 setiap bulannya.

Selain layanan pemeriksaan, kegiatan juga akan disertai edukasi tentang pentingnya pola hidup sehat.

Diharapkan, langkah ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan serta mendorong peran aktif dalam mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan sekitar.

Quote