Soe, Gesuri.id — Fraksi PDI Perjuangan DPR RI turut memperjuangkan perbaikan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, yang kondisinya memprihatinkan.
Melalui jalur aspirasi, anggaran untuk revitalisasi 10 sekolah di Kabupaten TTS telah dialokasikan pada tahun anggaran 2026.
“Puji Tuhan, setelah kami membangun komunikasi dengan Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Kabupaten TTS mendapat alokasi anggaran untuk 10 sekolah yang kondisinya memprihatinkan dan membutuhkan sentuhan pemerintah,” ungkap Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD TTS, Yerim Fallo, saat ditemui media di Kota Soe, Selasa (20/10).
Baca: Ganjar Pranowo Sosok Pemimpin yang Disukai Semua Kalangan
Sepuluh sekolah penerima manfaat program revitalisasi tahap 3 tahun 2026 tersebut meliputi:
1. SMP Kristen 2 Amanatun Selatan
2. SMP Kristen 1 Amanuban Tengah
3. SMP Negeri Eni Nekmese Kie
4. SD GMIT Boti
5. SD GMIT Kualeu

6. SD GMIT Tenlenu Amanuban Timur
7. SD GMIT Boentuka
8. SD Inpres Oebobo
9. SD Inpres Enoana
10. SD GMIT Sei
Yerim menjelaskan, para kepala sekolah penerima program saat ini telah melengkapi dokumen persyaratan melalui aplikasi resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk selanjutnya mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek).
“Setelah Bimtek selesai, akan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) agar pihak sekolah dapat melaksanakan pengerjaan secara swakelola,” terang legislator asal Desa Oebobo tersebut.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Ia menambahkan, Fraksi PDI Perjuangan DPR RI berkomitmen untuk terus memperjuangkan anggaran revitalisasi pendidikan bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten TTS yang masih membutuhkan bantuan.
“Tahun depan, Kabupaten TTS dipastikan kembali mendapatkan alokasi lewat jalur aspirasi Fraksi PDI Perjuangan DPR RI. Selain revitalisasi bangunan sekolah, DPR RI juga akan memperjuangkan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) maupun Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi anak-anak di TTS,” tegasnya.
Yerim mengingatkan para kepala sekolah agar mengelola dana bantuan tersebut dengan penuh tanggung jawab demi menjaga kualitas bangunan. Ia juga meminta Dinas Pendidikan Kabupaten TTS untuk aktif mengawal pengerjaan di lapangan agar selesai tepat waktu dan sesuai perencanaan.
“Tidak semua sekolah berkesempatan mendapatkan program ini. Oleh karena itu, kami mengingatkan para kepala sekolah untuk mengerjakan proyek revitalisasi dengan baik dan menjaga kualitas hasilnya,” pungkas Yerim.

















































































