Jakarta, Gesuri.id - Alokasi anggaran BPJS Ketenagakerjaan melalui Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan Lombok Utara mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya melalui penyerahan santunan kematian kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan di Dusun Pawang Karya, Desa Senaru, Kecamatan Bayan.
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lombok Utara, Lalu Muhammad Zaki, mengatakan santunan senilai Rp42 juta tersebut telah diserahterimakan oleh perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi NTB kepada ahli waris peserta yang kepesertaannya diakomodir melalui Pokir.
“Meskipun ahli waris dalam keadaan berduka, kita patut bersyukur karena telah menerima santunan dari BPJS. Tentu, santunan ini akan sangat membantu meringankan beban ekonomi setelah ditinggal oleh keluarga tercinta,” ungkap Zaki, dikutip Senin (21/9/2026).
Menurut Zaki, Fraksi PDI Perjuangan menjadi salah satu fraksi di DPRD Lombok Utara yang memberikan perhatian terhadap kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan melalui usulan Pokir. Hal itu dilakukan dengan merespons aspirasi masyarakat yang disampaikan saat reses.
Ia menyebut, Fraksi PDI Perjuangan di tiga daerah pemilihan (Dapil) mengalokasikan total 2.020 kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi warga konstituen di Kecamatan Bayan, Kecamatan Gangga dan Kecamatan Tanjung.
Zaki meyakini program tersebut dapat semakin memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat dari berbagai latar belakang dan status sosial. Menurutnya, keberadaan BPJS Ketenagakerjaan dapat melengkapi perlindungan sosial yang telah diberikan pemerintah daerah melalui program Universal Health Coverage (UHC) untuk BPJS Kesehatan.
Jika pemerintah daerah telah memastikan BPJS Kesehatan masyarakat melalui program UHC, maka DPRD menambah jaring pengaman tersebut melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Fraksi PDI Perjuangan Lombok Utara, kata Zaki, menjadikan BPJS Ketenagakerjaan sebagai salah satu prioritas Pokir. Selain jumlah penerima yang relatif banyak, besarnya manfaat yang diterima masyarakat menjadi salah satu alasan strategis program tersebut mendapat dukungan politik PDI Perjuangan.
“Yang kita berikan jaring pengaman sosial adalah warga yang bekerja di sektor informal. Ada petani, peternak, nelayan, buruh maupun pelaku usaha mikro. Kita di DPRD juga merasa bersyukur dapat membantu meringankan beban masyarakat,” ucapnya.
Penyerahan santunan tersebut menjadi salah satu bentuk manfaat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Bagi ahli waris, santunan kematian diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga setelah kehilangan pencari nafkah.

















































































