Surabaya, Gesuri.id – Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk memastikan ketersediaan program pembiayaan atau skema kredit berbunga murah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Langkah ini mendesak dilakukan menyusul tidak lagi dialokasikannya Program Kredit Sejahtera (Prokesra) dalam APBD 2026.
Menurut Fuad, akses permodalan dengan bunga ringan merupakan kebutuhan krusial bagi pelaku UMKM demi menjaga keberlanjutan usaha sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, penghentian Prokesra jangan sampai memutus dukungan pembiayaan dari pemerintah.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
“Ke depan sebaiknya kita sama-sama lebih teliti dalam perencanaan agar program-program unggulan Pemprov tetap hadir di tengah masyarakat. Pelaku UMKM di Jawa Timur sangat terbantu dengan adanya akses modal berbunga murah,” kata Fuad, Senin (6/7).
Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai, hilangnya alokasi anggaran Prokesra dalam APBD 2026 harus menjadi bahan evaluasi serius agar perencanaan program ke depan lebih matang. Ia menekankan bahwa program yang manfaatnya telah dirasakan langsung oleh masyarakat luas idealnya memiliki keberlanjutan, sekalipun harus berganti skema.
Sebagai informasi, Prokesra selama ini menjadi salah satu instrumen andalan Pemprov Jatim untuk memperluas akses pembiayaan UMKM melalui subsidi bunga kredit. Program ini terbukti efektif membantu pelaku usaha memperoleh modal dengan biaya terjangkau guna mengembangkan skala usaha mereka.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
Merespons kondisi tersebut, DPRD Jatim mendorong Pemprov untuk segera merumuskan skema pembiayaan alternatif yang tetap memberikan kemudahan akses kredit bagi sektor UMKM.
“Harapannya proses pengajuannya tidak berbelit, tetapi tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tutur Fuad.
Ia menegaskan, keberlanjutan akses permodalan merupakan faktor kunci dalam menjaga daya saing UMKM di Jawa Timur. Dengan dukungan pembiayaan yang mudah dijangkau, pelaku usaha diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi daerah.

















































































