Ikuti Kami

Hadapi Dinamika Ekonomi, Musthofa Ajak Pemuda Kudus Andalkan Kreativitas Ketimbang Modal Uang

Kreativitas, ketekunan, dan keberanian menangkap peluang jauh lebih krusial daripada sekadar memikirkan besarnya modal finansial.

Hadapi Dinamika Ekonomi, Musthofa Ajak Pemuda Kudus Andalkan Kreativitas Ketimbang Modal Uang
Anggota Komisi XI DPR RI, Musthofa.

Kudus, Gesuri.id – Anggota Komisi XI DPR RI, Musthofa, mengajak generasi muda di Kabupaten Kudus untuk tidak cemas menghadapi dinamika ekonomi global. 

Mantan Bupati Kudus dua periode (2008–2018) ini menegaskan bahwa kreativitas, ketekunan, dan keberanian menangkap peluang jauh lebih krusial daripada sekadar memikirkan besarnya modal finansial.

​Hal tersebut disampaikan Musthofa menanggapi tren menjamurnya kedai kopi dan lini usaha kreatif yang kini marak digeluti anak-anak muda di Kudus. Ia menilai fenomena ini sebagai sinyal positif atas besarnya potensi ekonomi daerah.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

​“Yang terpenting jangan hidup dengan rasa khawatir. Kreativitas adalah solusi. Kudus memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan oleh anak-anak muda melalui berbagai bidang usaha,” ujar Musthofa, Selasa (7/7).

​Menurut Musthofa, peluang usaha bagi generasi muda tidak boleh mandek di bisnis kopi saja. Berbagai sektor ekonomi kreatif lainnya sangat terbuka untuk dieksplorasi, asalkan pelakunya mau terus belajar dan berinovasi. Ia pun mendorong pemuda setempat memanfaatkan program pembinaan dari pemerintah daerah maupun komunitas.

​Sebagai contoh konkret, Musthofa menyoroti keberadaan galeri di kawasan wisata Colo yang dibangun untuk mempromosikan produk lokal. Menurutnya, fasilitas tersebut saat ini sangat membutuhkan sentuhan ide-ide segar agar lebih hidup dan berdaya tarik tinggi.

​"Kalau ada anak muda yang kreatif, punya semangat belajar, dan ingin mengelolanya, kami siap memfasilitasi. Yang dibutuhkan saat ini adalah kemauan untuk bergerak," cetusnya.

​Lebih lanjut, legislator asal Jawa Tengah ini mengingatkan bahwa perubahan kondisi ekonomi adalah hal yang lumrah terjadi. Alih-alih takut, generasi muda dituntut jeli membaca peluang yang sesuai dengan passion dan kemampuan masing-masing.

​Ia juga memberikan catatan keras agar anak muda membuang jauh-jauh mentalitas "cepat kaya". 

Baginya, kesuksesan bisnis merupakan buah dari proses panjang yang diwarnai tantangan dan jatuh bangun.

​"Jangan terlalu cepat ingin kaya. Dalam bisnis pasti ada proses. Ketekunan, kesabaran, dan keyakinan adalah modal utama. Soal modal uang justru berada di nomor sekian," tegas Musthofa.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

​Ia menilai, banyak calon pengusaha gagal berkembang karena terlalu fokus mencari modal finansial. Padahal tanpa fondasi karakter dan kreativitas yang kuat, bantuan modal sebesar apa pun tidak akan membuat usaha bertahan lama (sustainable).

​Di akhir penyampaiannya, Musthofa mengajak generasi muda untuk berani menuangkan gagasan dan membangun kolaborasi nyata. Ia secara terbuka mempersilakan para pemuda untuk memanfaatkan Rumah Aspirasi yang didirikannya sebagai ruang diskusi dan inkubasi ide usaha.

​"Silakan datang membawa ide. Ajak teman-teman berdiskusi, nanti kita pikirkan bersama apa yang bisa dilakukan. Selama ada kemauan untuk berkarya, kami siap memberikan dukungan penuh," pungkasnya.

Quote