Ikuti Kami

Harvard Kurniawan Minta Pemkot Malang Optimalkan Lapangan Olahraga untuk Generasi Muda

Keberadaan sarana olahraga yang terawat dan mudah diakses masyarakat dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk melakukan kegiatan positif

Harvard Kurniawan Minta Pemkot Malang Optimalkan Lapangan Olahraga untuk Generasi Muda
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang, Harvard Kurniawan.

Malang, Gesuri.id – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang, Harvard Kurniawan, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk mengoptimalkan pemanfaatan lapangan olahraga yang menjadi aset daerah, khususnya fasilitas di tingkat kelurahan. 

Menurutnya, keberadaan sarana olahraga yang terawat dan mudah diakses masyarakat dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk melakukan kegiatan positif.

Harvard menilai, fasilitas olahraga yang memadai tidak hanya mendukung kesehatan masyarakat, tetapi juga berperan dalam membangun kebersamaan serta mencegah berbagai persoalan sosial, seperti kenakalan remaja, kriminalitas, dan penyalahgunaan narkoba.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan olahraga masyarakat, Harvard menginisiasi kegiatan bermain sepak bola bersama atau mabol yang rutin digelar setiap Rabu pukul 15.00 WIB di Stadion Gajayana, Malang. Kegiatan tersebut terbuka bagi berbagai kalangan, mulai dari pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Malang, awak media, hingga masyarakat umum.

Harvard mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi antarkelompok masyarakat. Melalui pertemuan informal itu, warga juga memiliki kesempatan untuk menyampaikan aspirasi.

“Dari sini kan nanti selain kesehatan, juga terwujud kekompakan. Kita terbuka menjalin tali persaudaraan bareng teman-teman PPPK, ASN, media, dan masyarakat umum yang mau ikut cari keringat bareng. Kan juga bisa sekaligus jadi ajang sambat aspirasi warga,” ujar Harvard, Kamis (5/11/2026).

Ia mengungkapkan, keterbatasan fasilitas olahraga di sejumlah kawasan permukiman masih menjadi persoalan yang perlu diperhatikan pemerintah daerah. Harvard juga menyoroti sejumlah lapangan milik Pemkot Malang di tingkat kelurahan yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.

Karena itu, ia meminta Pemkot Malang melakukan pembenahan dan pengelolaan aset olahraga agar dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat. Pemanfaatan fasilitas tersebut diharapkan turut melibatkan Karang Taruna serta pengurus RT dan RW di lingkungan setempat.

“Kami melihat ada keterbatasan fasilitas olahraga di perkampungan. Lewat kegiatan rutin tiap Rabu jam 3 sore ini, siapa tahu banyak anak muda dan juga masyarakat yang ingin ikut merasakan main di Stadion Gajayana,” katanya.

Menurut Harvard, optimalisasi lapangan olahraga juga perlu menjadi perhatian DPRD dalam mengawasi pemanfaatan aset milik pemerintah daerah. Ia menegaskan, aset publik semestinya tidak hanya tercatat secara administratif, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Harvard memastikan kegiatan mabol di Stadion Gajayana tetap mengikuti ketentuan penggunaan fasilitas yang berlaku. Ia menyebut kegiatan tersebut tetap membayar biaya sewa lapangan secara rutin sebagai salah satu bentuk kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang.

Selain mendorong pembenahan fasilitas, Harvard mengusulkan agar Pemkot Malang membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola dan merawat lapangan olahraga. Skema tersebut dinilai dapat menjadi alternatif pembiayaan di tengah keterbatasan anggaran daerah, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas olahraga, termasuk lapangan mini soccer.

“Di daerah lain, bahkan stadion pun bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Catatannya dua: tidak mengurangi pendapatan asli daerah (PAD) dan tidak merugikan keuangan Pemkot. Justru kalau pihak ketiga siap membangun dan merawat lewat kerja sama (MoU), itu sangat bagus untuk kesehatan APBD kita,” jelasnya.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Harvard memiliki pengalaman di bidang sepak bola. Ia pernah menimba ilmu di Sekolah Sepak Bola (SSB) Arema dan sempat menjadi pelatih di PS Alap-Alap. Pengalaman serta kecintaannya terhadap olahraga tersebut turut mendorong inisiatif kegiatan bermain sepak bola bersama secara rutin.

Ia mengaku terinspirasi menggelar kegiatan tersebut setelah mengikuti gelaran Trofeo antardewan se-Malang Raya yang melibatkan DPRD Kabupaten Malang, DPRD Kota Batu, dan DPRD Kota Malang.

Harvard berharap kegiatan olahraga bersama itu dapat berkembang dan melibatkan lebih banyak masyarakat. Ia juga berharap Pemkot Malang memberikan perhatian lebih terhadap penyediaan serta pengelolaan fasilitas olahraga yang dapat diakses seluruh lapisan warga.

“Cara paling gampang menjaga generasi muda agar tidak terlibat kriminalitas dan narkoba adalah lewat kegiatan olahraga. Tinggal bagaimana Pemkot Malang hari ini memfasilitasinya, salah satunya dengan mengoptimalkan lapangan-lapangan aset daerah,” pungkas Harvard.

Quote