Jakarta, Gesuri.id – Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, memberikan arahan tegas kepada seluruh kader partai dalam penutupan workshop mengenai penguatan produksi pangan nasional, Senin (13/4).
Dalam pidatonya, Hasto menekankan pentingnya peran tiga pilar partai dalam menghadapi ancaman krisis pangan akibat anomali cuaca El Nino dan ketidakpastian geopolitik global.
Hasto mengingatkan kembali instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang sejak awal pandemi COVID-19 tahun 2020 telah menyerukan gerakan menanam sepuluh tanaman pendamping beras.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Menurutnya, hal ini bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan tugas ideologis untuk mewujudkan kedaulatan pangan.
"Jika sepuluh tanaman pendamping beras ini dijalankan secara masif oleh seluruh kader, PDI Perjuangan akan memberikan kontribusi nyata dalam menghadapi persoalan pangan yang ke depan semakin sulit akibat pemanasan global," ujar Hasto.
Ia juga menyinggung sejarah perjuangan partai yang berakar pada semangat "Marhaenisme" Bung Karno—sebuah narasi pembebasan bagi kaum kecil yang sempat coba dihapus pada masa Orde Baru. Hasto menegaskan bahwa partai tidak boleh tunduk pada tekanan otoritas kekuasaan mana pun.
Selain isu pangan, Hasto menyoroti kondisi ekonomi nasional yang kian mengkhawatirkan. Ia mengungkapkan bahwa ruang fiskal negara semakin menyempit akibat kebijakan yang dianggap kurang tepat pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo, terutama menjelang Pemilu 2024.
"Begitu banyak dana negara yang digunakan untuk kepentingan elektoral. Dana sosial saja mencapai lebih dari Rp390 triliun. Akibatnya, saat ini celah fiskal menipis, padahal kita butuh anggaran besar untuk rekonstruksi daerah bencana dan tunjangan guru," kritiknya.
Ia juga mencermati program-program populis seperti makan siang gratis yang dinilai berisiko menimbulkan persoalan dalam pengadaan barang dan jasa, serta beban belanja pertahanan yang melonjak tajam di tengah melemahnya nilai tukar rupiah.
Hasto menginstruksikan para kepala daerah dari PDI Perjuangan yang telah berhasil meningkatkan kesejahteraan petani untuk membagikan pengalaman terbaiknya (best practices) ke daerah lain, terutama di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
"Partai yang kuat harus membantu daerah yang lemah. Saya minta para kepala daerah seperti Pak Marhen dan Pak Oni untuk berkeliling ke wilayah 3T, berbagi ilmu meningkatkan produksi pangan," tegasnya.
Menutup arahannya, Hasto berpesan agar seluruh kader menjadi "obor penerang" dan perekat bagi rakyat di tengah situasi ketidakpastian hukum dan ekonomi.
"Kuncinya adalah memastikan perut rakyat terpenuhi. PDI Perjuangan harus hadir sebagai kekuatan pemersatu dengan terus turun ke akar rumput melalui kerja gotong royong," pungkas Hasto seraya resmi menutup workshop bertema "Memperkuat Produksi Pangan Rakyat di Tengah Anomali Cuaca El Nino" tersebut.

















































































