Ikuti Kami

Hendrawan Beberkan Kekuatan Cegah Masuk ke Situasi Stagflasi

besarnya jumlah penduduk Indonesia menjadi salah satu bantalan yang kuat guna mencegah Indonesia masuk dalam situasi stagflasi. 

Hendrawan Beberkan Kekuatan Cegah Masuk ke Situasi Stagflasi
Anggota Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno menilai besarnya jumlah penduduk Indonesia menjadi salah satu bantalan yang kuat guna mencegah Indonesia masuk dalam situasi stagflasi. 

Meskipun demikian, ia mewanti-wanti hal itu hanya akan terjadi jika besarnya market Indonesia tersebut juga turut diimbangi dengan angka produktivitas yang tinggi.

Baca: DPR Optimistis Krisis di Sri Lanka Tak Terjadi di Indonesia

“Karena itu, upaya untuk meningkatkan produktivitas tidak ujug-ujug, harus melalui proses panjang. Harus ada ekosistem yang mendorong orang untuk memiliki insentif dalam meningkatkan produktivitas,” ujar Hendrawan di Jakarta, Kamis (14/7).

Meskipun demikian, di tengah kondisi perang Rusia versus Ukraina seperti saat ini yang mengakibatkan terjadinya disrupsi rantai pasok pangan, besarnya penduduk tersebut akan sangat bermanfaat. Sebab, variasi pangan Indonesia akan lebih beragam dan lengkap. 

“Karena ada porang, ubi, sagu, jagung dan seterusnya. Untuk food estate, sentra industri pangan yang digenjot oleh pemerintah, paling tidak bisa mitigasi kerawanan impor bahan pangan,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Baca: Hendrawan: Tak Ada Miskomunikasi Megawati & Surya Paloh

Besarnya demografi dan luas wilayah ini di sisi lain juga akan membantu krisis pangan. Sebab masih banyak pulau-pulau di Indonesia yang belum terkelola secara profesional untuk menjadi lumbung-lumbung pangan yang besar dan kuat. 

Sehingga, jika luas wilayah tersebut bertemu dengan tingginya produktivitas masyarakat Indonesia dengan ekosistem yang baik, maka akan sangat bermanfaat untuk masyarakat.

“Jadi, (peningkatan produktivitas) ini proses panjang, tetapi kita bicara jangka pendek karena pandemi dan juga akibat perang ukraina dan rusia. Soal jangka panjang, tantangan kita masih besar. Tapi sekarang kita bicara jangka pendek dan menengah untuk mengatasi stagflasi ini,” tutup Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI itu.

Quote