Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Ida Nurlaela Wiradinata, menegaskan Kepulauan Riau memiliki posisi geopolitik yang sangat menentukan dalam peta kawasan Asia Tenggara, terutama dalam konteks perdagangan dan energi.
“Provinsi Kepri memiliki posisi yang sangat strategis di kawasan Asia Tenggara. Terletak di jalur pelayaran internasional antara Selat Malaka dan Laut Natuna,” ujarnya dikutip Rabu (28/1).
Menurut Ida, faktor geografis tersebut diperkuat oleh kedekatan wilayah Kepri dengan dua pusat ekonomi utama di Asia Tenggara, yang membuka peluang besar bagi Indonesia dalam arus logistik global.
“Kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia menjadikan Kepri pintu gerbang utama Indonesia dalam arus perdagangan, logistik internasional,” kata politikus PDI Perjuangan tersebut.
Ia menjelaskan Batam sejatinya telah diproyeksikan sebagai simpul penting dalam sistem energi dan industri nasional maupun regional.
“Batam diposisikan sebagai Hub logistik energi nasional-regional (dekat Selat Malaka), Pusat industri dan perdagangan bebas, dan Gerbang energi untuk Sumatra bagian utara dan ekspor regional,” jelasnya.
Namun demikian, Ida menilai proyeksi strategis tersebut belum sepenuhnya terwujud dalam kebijakan dan implementasi di lapangan.
“Dalam praktik, potensi strategis Batam itu belum sepenuhnya dikonversi menjadi daya dukung nyata ketahanan energi nasional,” pungkasnya.

















































































