Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ida Nurlaela Wiradinata, menyatakan mendukung langkah pemerintah dalam melakukan merger tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor logistik sebagai upaya meningkatkan efisiensi logistik nasional. Namun, ia menegaskan proses konsolidasi tersebut harus disertai peta jalan yang jelas, terukur, dan transparan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat maupun dunia usaha.
“Penggabungan aset, penyatuan sistem, integrasi SDM, hingga harmonisasi keuangan merupakan proses yang kompleks. Karena itu diperlukan roadmap yang jelas, target yang terukur, serta mekanisme evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” kata Hj Ida, dikutip Selasa (7/7/2026).
Menurut Ida, setiap keputusan korporasi harus mampu menghasilkan nilai tambah, meningkatkan kinerja BUMN, serta memperkuat daya saing sektor logistik Indonesia di tengah tantangan yang semakin kompleks.
“Dan yang paling penting memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta dunia usaha,” ujarnya.
Ia juga meminta pemerintah, melalui Danantara dan BUMN Logistik, memberikan rincian peta jalan pelaksanaan merger sehingga Komisi VI DPR RI maupun masyarakat dapat melihat secara transparan arah dan manfaat kebijakan tersebut.
“Konsolidasi BUMN logistik ini sudah pernah disinggung saat RDP dengan PT Pos Indonesia di Komisi VI 22 Juni 2026. Namun, menurut saya, peta jalannya perlu dijabarkan kembali secara lebih rinci dan lebih detail, agar arah kebijakan, tahapan pelaksanaan, target yang ingin dicapai, serta dampaknya bagi masing-masing BUMN menjadi benar-benar jelas dan dapat dipahami secara utuh,” ungkapnya.
Sebelumnya, tujuh BUMN sektor logistik resmi bergabung dalam satu entitas melalui penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi di Jakarta pada Selasa (30/6/2026).
Ketua Steering Committee PMO Konsolidasi BUMN Logistik, Daud Joseph, menjelaskan bahwa PT Multi Terminal Indonesia ditetapkan sebagai *surviving entity* atau entitas yang bertahan dan akan menjadi wadah bagi ketujuh perusahaan selama masa transisi.
“Jadi namanya adalah surviving entity atau satu entitas yang bertahan. Jadi, surviving entity yang akan bertahan adalah PT Multiterminal Indonesia,” ucap Daud.
Adapun tujuh perusahaan yang tergabung dalam konsolidasi tersebut meliputi Pelindo Sinergi Lokaseva Multiterminal Indonesia, Pelindo Sinergi Lokaseva Prima Indonesia Logistik, Pos Logistics, Pelni Logistics, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), dan Krakatau Integrated Logistics.
Selama masa transisi, seluruh perusahaan akan menjalankan proses integrasi dari sisi operasional, hukum, keuangan, hingga tata kelola sebelum memasuki tahap transaksi akhir.

















































































