Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, Nyoman Adi Wiryatama, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog Kediri dan Pasar Tradisional Kediri, Kabupaten Tabanan, untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat Bali menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri.
“Sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, pangan, dan kelautan, saya ingin memastikan langsung kondisi di lapangan. Apalagi kita akan menghadapi dua hari raya besar, Nyepi dan Lebaran. Biasanya permintaan kebutuhan pokok meningkat tajam,” ujarnya di sela-sela sidak, dikutip Jumat (6/3).
Kunjungan tersebut dilakukan di tengah masa reses DPR RI sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap sektor pangan nasional. Dalam kegiatan itu, Adi Wiryatama didampingi Kepala Perum Bulog Provinsi Bali, jajaran Satgas Pangan Polda Bali, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tabanan.
Saat meninjau aktivitas perdagangan di Pasar Kediri, ia mendapati sebagian besar harga bahan pokok relatif stabil. Harga beras di tingkat pedagang masih berada pada kisaran wajar dan tidak menunjukkan lonjakan signifikan. Harga minyak goreng juga terpantau stabil dengan pasokan yang dinilai lancar.
Namun, ia menemukan lonjakan harga pada komoditas cabai keriting yang di sejumlah lapak pedagang mencapai Rp105 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut disinyalir terjadi akibat berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi, sementara permintaan meningkat menjelang hari raya.
“Kita melihat sebagian besar harga kebutuhan pokok relatif stabil. Beras aman, minyak goreng stabil. Memang ada kenaikan pada cabai keriting sampai Rp105 ribu per kilogram, tetapi ini harus segera diantisipasi agar tidak terus melonjak,” katanya.
Selain berdialog dengan pedagang, Adi Wiryatama juga berbincang dengan sejumlah pembeli untuk mengetahui langsung kondisi harga di lapangan. Beberapa warga mengaku harga bahan pokok secara umum masih bisa dijangkau, meski ada komoditas tertentu yang mengalami kenaikan.
Setelah dari pasar, rombongan melanjutkan sidak ke Gudang Bulog Kediri di Kabupaten Tabanan. Di lokasi tersebut, Adi Wiryatama meninjau kondisi penyimpanan beras serta mendengarkan laporan terkait stok yang tersedia.
Berdasarkan laporan pihak Bulog, stok beras di gudang tersebut masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Nyepi dan Lebaran. Cadangan beras pemerintah dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan di wilayah Bali.
Dalam peninjauan itu, ia juga menemukan sejumlah stok beras berlabel luar negeri yang berasal dari Thailand, Vietnam, dan Pakistan. Meski demikian, komposisi stok saat ini didominasi beras produksi dalam negeri, yakni sekitar 70 persen, sementara 30 persen lainnya merupakan beras impor.
“Kita melihat memang masih ada beras impor dari Thailand, Vietnam, dan Pakistan. Tetapi komposisinya sudah lebih banyak beras produksi dalam negeri, sekitar 70 persen. Ini menunjukkan bahwa produksi dalam negeri tetap menjadi prioritas,” jelasnya.
Menurutnya, kebijakan impor beras biasanya dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan stok nasional ketika produksi dalam negeri belum mencukupi. Namun, ia menegaskan pemerintah tetap harus mengutamakan hasil produksi petani dalam negeri.
Sebagai wakil rakyat dari Bali, Adi Wiryatama menyatakan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada petani dan penguatan sektor pertanian nasional. Ia juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, dan aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas pangan di Bali.
“Kita ingin memastikan masyarakat Bali bisa menjalani Hari Raya Nyepi dan Lebaran dengan tenang tanpa khawatir soal kebutuhan pangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, stabilitas pangan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat, terutama menjelang momentum besar keagamaan yang berdekatan.

















































































