Ikuti Kami

Karolin Beri Waktu Dua Minggu Bagi Kepala Sekolah Susun Program Inovasi Pendidikan

"Saya beri waktu satu minggu untuk menyusun, satu minggu asistensi dengan dinas. Dua minggu sudah ada di meja saya."

Karolin Beri Waktu Dua Minggu Bagi Kepala Sekolah Susun Program Inovasi Pendidikan
Bupati Landak, Kalimantan Barat, Karolin Margret Natasa.

Landak, Gesuri.id - Bupati Landak, Kalimantan Barat, Karolin Margret Natasa, memberikan tenggat waktu dua minggu kepada seluruh kepala sekolah untuk menyusun program inovasi pendidikan yang terukur. Langkah ini dilakukan untuk menjawab sejumlah persoalan pendidikan di Landak, mulai dari rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa hingga masih tingginya angka putus sekolah.

"Saya beri waktu satu minggu untuk menyusun, satu minggu asistensi dengan dinas. Dua minggu sudah ada di meja saya. Apa programnya, mau ngapain? Saya minta disusun," kata Karolin, Kamis (5/11/2026).

Karolin menegaskan, setiap sekolah harus segera merumuskan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, perbaikan pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan rutin, tetapi membutuhkan inovasi pembelajaran yang disesuaikan dengan persoalan dan kebutuhan masing-masing sekolah.

Ia menyoroti rata-rata lama sekolah di Kabupaten Landak yang baru mencapai 7,76 tahun. Angka tersebut masih terpaut cukup jauh dari harapan lama sekolah yang mencapai 12,55 tahun.

Persoalan lainnya adalah angka putus sekolah yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Berdasarkan data yang disampaikan, angka putus sekolah pada jenjang sekolah dasar (SD) mencapai 0,39 persen, sedangkan jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sebesar 0,26 persen.

Selain persoalan akses dan keberlanjutan pendidikan, kondisi sarana dan prasarana sekolah juga membutuhkan perhatian serius. Sejumlah ruang kelas di Kabupaten Landak tercatat mengalami kerusakan berat maupun sedang sehingga memerlukan penanganan.

Karolin juga menyoroti capaian literasi dan numerasi peserta didik yang belum memuaskan. Merujuk Rapor Pendidikan 2024, hasil belajar Bahasa Indonesia dan Matematika siswa tingkat SD maupun SMP di Landak masih berada di bawah rata-rata Provinsi Kalimantan Barat.

Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi dasar bagi setiap kepala sekolah dalam merancang program pembenahan. Peningkatan kemampuan membaca dan berhitung siswa perlu menjadi salah satu prioritas utama melalui metode pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif.

"Kepala sekolah agar segera melakukan inovasi pembelajaran guna mendongkrak kemampuan literasi dan numerasi peserta didik. Lakukan pendataan sarana sekolah secara berkala, jangan hanya diserahkan kepada operator," tegasnya.

Karolin juga mengingatkan agar program inovasi yang disusun tidak sekadar menjadi dokumen administratif untuk memenuhi permintaan pemerintah daerah. Setiap program harus memiliki sasaran yang jelas, dapat dilaksanakan, dan menunjukkan hasil nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan.

Untuk memastikan program berjalan sesuai target, Pemerintah Kabupaten Landak akan melakukan evaluasi setiap bulan. Evaluasi tersebut akan digunakan untuk memantau perkembangan pelaksanaan program sekaligus mengukur efektivitas langkah perbaikan yang dilakukan masing-masing sekolah.

Melalui langkah tersebut, Karolin berharap seluruh kepala sekolah lebih proaktif dan bertanggung jawab dalam meningkatkan mutu pendidikan, sehingga persoalan literasi, numerasi, sarana pendidikan, dan angka putus sekolah di Kabupaten Landak dapat ditangani secara terarah.

Quote