Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Tekad Abidin menyayangkan anggaran revitalisasi sekolah di Pekanbaru yang mencapai Rp17 miliar tidak dialokasikan untuk pengadaan meubeler seperti meja dan kursi siswa. Padahal, kebutuhan meubeler menjadi salah satu persoalan yang masih dihadapi sejumlah sekolah negeri setelah digunakan selama bertahun-tahun.
"Sampai hari ini, kami belum dapatkan laporan resmi dari Disdik. Termasuk untuk pembelian meubelair baru, kami tidak tahu pasti. Karena setahu kami, itu berdasarkan PKS (pengajuan kebutuhan sekolah)," kata Tekad, Sabtu (19/9/2026).
Anggaran revitalisasi sekolah tersebut berasal dari pemerintah pusat dan dialokasikan untuk 16 sekolah di Pekanbaru. Namun, anggaran tersebut disebut hanya diperuntukkan bagi kebutuhan revitalisasi dan tidak mencakup pengadaan meubeler.
Menurut Tekad, selain perbaikan gedung, penggantian meja dan kursi belajar juga menjadi kebutuhan mendesak yang perlu mendapat perhatian pemerintah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD Pekanbaru lantaran sekolah dasar dan sekolah menengah pertama negeri di Pekanbaru masih menghadapi persoalan meubeler yang telah digunakan bertahun-tahun.
Tekad mengatakan, salah satu contoh kondisi tersebut terlihat di SMPN 8 Pekanbaru. Sejumlah meja dan kursi siswa dilaporkan dalam kondisi rusak.
Bahkan, terdapat meja yang diperbaiki sementara menggunakan material seadanya agar tetap bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Tekad menilai kebutuhan meubeler semestinya menjadi bagian yang perlu diperiksa kembali, mengingat jumlah sekolah negeri di Pekanbaru cukup banyak.
"Dari puluhan SMPN dan ratusan SDN, tidak mungkin sekolah itu tidak mengajukan pembelian meubeler baru," ucapnya.
Karena itu, Tekad menegaskan pihaknya akan melakukan pengecekan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru untuk memastikan apakah kebutuhan meja dan kursi siswa telah masuk dalam perencanaan pengadaan.
"Tapi ini nanti kita kroscek lagi ke Disdik," ujarnya.
Tekad menyebut kebutuhan meubeler baru bukan persoalan yang baru muncul tahun ini. Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian agar fasilitas belajar siswa di sekolah negeri dapat terpenuhi dengan baik.

















































































