Denpasar, Gesuri.id — Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa penyelenggaraan forum pengelola tata kelola internet dunia, ICANN87 Annual General Meeting (AGM), di Bali bukan sekadar ajang teknologi informasi biasa.
Forum internasional ini diposisikan sebagai ruang strategis untuk memperkenalkan nilai-nilai peradaban serta kebudayaan Bali ke panggung global.
Hal tersebut disampaikan Koster saat menerima audiensi ilmuwan sekaligus Perekayasa Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Hammam Riza, di Denpasar, Rabu (29/7/2026).
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Salah satu agenda utama Indonesia dalam ajang ICANN87 tersebut adalah peluncuran domain tingkat atas .Bali yang mengintegrasikan penggunaan aksara Bali di ruang digital internasional.
“Domain .Bali ini sangat bagus. Kata 'dot' dalam bahasa Bali bermakna 'ingin', sehingga bisa dimaknai sebagai 'I want Bali'. Ini akan menjadi branding yang sangat kuat bagi Bali di tingkat internasional,” ujar Koster.
Koster menilai peluncuran domain digital beraksara lokal tersebut menjadi momentum sejarah untuk memperkuat eksistensi budaya Bali di era digital modern, sekaligus menjadi fondasi pelestarian identitas daerah.
Ia menegaskan, pelestarian aksara Bali merupakan kebijakan prioritas Pemprov Bali yang telah dipayungi Peraturan Gubernur (Pergub). Melalui aturan tersebut, penggunaan aksara Bali diwajibkan pada papan nama kantor pemerintahan, fasilitas publik, nama jalan, lembaga pendidikan, hingga kemasan produk lokal.
“Aksara bukan sekadar simbol budaya, melainkan fondasi utama sebuah peradaban. Semua kebudayaan, adat istiadat, hingga pengetahuan berawal dari aksara. Tanpa aksara, kita tidak bisa mewariskan peradaban. Hulunya adalah aksara, karena itu saya sangat tegas terhadap implementasi kebijakan ini,” kata Koster.
Koster mencontohkan negara-negara maju seperti Jepang dan Tiongkok yang tetap mempertahankan aksara asli mereka dalam kehidupan sehari-hari tanpa kehilangan daya saing global. Menurutnya, Bali harus memiliki keberanian serupa demi menjaga identitas budayanya.
Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
“Nilai spiritual aksara Bali sangat tinggi. Aura dan daya tarik budaya Bali lahir dari sana. Karena itu, saya mewajibkan produk-produk Bali menggunakan aksara Bali. Saya bahkan rutin melakukan inspeksi lapangan. Jika tidak dilaksanakan, tentu ada sanksi sesuai ketentuan,” tegasnya.
Pemprov Bali optimistis peluncuran domain .Bali tidak hanya memperkuat identitas digital di mata dunia, tetapi juga menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.
“Kebijakan yang lahir di Bali selalu mendapat perhatian dunia. Ini menjadi rezeki bagi Bali karena kegiatan internasional yang luar biasa seperti ini dapat berlangsung di sini,” pungkas Koster.

















































































