Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyampaikan RSUD Ade M. Djoen Sintang berpeluang memperoleh dukungan anggaran lebih dari Rp200 miliar dari pemerintah pusat pada 2027. Anggaran tersebut diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan fasilitas, infrastruktur, serta pelayanan rumah sakit agar semakin layak menjalankan fungsinya sebagai rumah sakit rujukan.
"Rumah sakit itu kemarin sudah kita sepakati. Kemungkinan tahun 2027 ini akan turun anggaran kurang lebih Rp200 miliar lebih untuk Rumah Sakit Sintang. Mudah-mudahan, mohon doanya," kata Lasarus dikutip Minggu (9/8/2026).
Menurut Lasarus, rencana dukungan anggaran tersebut telah dibahas bersama pemerintah pusat setelah dirinya melakukan peninjauan langsung ke RSUD Ade M. Djoen Sintang bersama Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala. Dalam kunjungan tersebut, kondisi fisik dan kebutuhan pengembangan rumah sakit menjadi perhatian utama.
Ia mengungkapkan, kondisi bangunan rumah sakit saat ini memerlukan penanganan serius. Lasarus bahkan membawa sejumlah direktur untuk melihat secara langsung kondisi RSUD Ade M. Djoen Sintang yang dinilai belum memadai sebagai rumah sakit rujukan.
"Saya kemarin berkunjung ke rumah sakit sama Pak Bala. Saya bawa direktur-direktur. Itu rumah sakit rujukan, mohon maaf, lantainya diinjak saja mau roboh. Kena angin puting beliung, atapnya lepas semua," ujarnya.
Lasarus menjelaskan, pemerintah telah menghitung kebutuhan anggaran untuk meningkatkan RSUD Ade M. Djoen Sintang agar memiliki bangunan, fasilitas, serta peralatan medis yang lebih lengkap. Dengan peningkatan tersebut, rumah sakit diharapkan mampu memberikan layanan rujukan yang lebih optimal bagi masyarakat Sintang dan wilayah sekitarnya.
"Ini kita sudah hitung kebutuhan dananya supaya rumah sakit ini layak sebagai rumah sakit rujukan dengan peralatan-peralatan yang lengkap. Jadi kita tidak perlu lagi buru-buru kejar ke Pontianak. Sintang sudah bisa melayani. Doakan," katanya.
Menurut Lasarus, penguatan RSUD Ade M. Djoen Sintang menjadi penting agar masyarakat tidak selalu harus menempuh perjalanan ke Pontianak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan rujukan. Kehadiran fasilitas dan peralatan medis yang lebih lengkap di Sintang diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien sekaligus meningkatkan akses pelayanan kesehatan.
Ia optimistis usulan anggaran tersebut memiliki peluang besar untuk direalisasikan pada 2027 karena pembahasannya telah dilakukan di tingkat pusat dan dirinya turut terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
"Bisa ngomong begini karena Lasarus ikut mengambil keputusan," tegasnya.
Apabila rencana tersebut terealisasi, anggaran lebih dari Rp200 miliar itu diharapkan mampu membawa perubahan besar terhadap kondisi RSUD Ade M. Djoen Sintang. Peningkatan fasilitas, infrastruktur, dan peralatan medis akan memperkuat fungsi rumah sakit sebagai pusat pelayanan kesehatan rujukan.
Dukungan anggaran dari pemerintah pusat juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Sintang dan wilayah timur Kalimantan Barat. Dengan fasilitas yang lebih memadai, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan lengkap tanpa harus selalu dirujuk ke ibu kota provinsi.

















































































