Ikuti Kami

MA Harus Punya Anggaran Khusus Untuk Pengamanan Hakim

Mahkamah Agung harus memberikan perhatian kepada hakim di daerah.

MA Harus Punya Anggaran Khusus Untuk Pengamanan Hakim
Anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu. (Foto: Elva Nurrul Prastiwi)

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu mengatakan Mahkamah Agung (MA) harus mengalokasikan anggaran untuk fasilitas hakim di daerah dan pulau terpencil termasuk penganggaran pengamanan.

Hal tersebut disampaikan Masinton terkait tewasnya hakim Jamaluddin pada Jumat, 29 November 2019 di perkebunan sawit di Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.

Baca: MA Dituntut Berperan Aktif Sejahterakan Hakim

Masinton mengatakan meski pengamanan melekat terhadap hakim telah diatur dalam undang-undang, namun selama ini, postur penganggaran Mahkamah Agung hanya tersentralisir di Jakarta. 

"Itu yang selalu kita minta supaya Mahkamah Agung memberikan perhatian kepada hakim di daerah, khususnya kepulauan-kepulauan terpencil," kata Masinton Pasaribu saat kunjungan kerja spesifik komisi III DPR RI di Mapolda Sumut, Rabu (4/12).

Masinton mengatakan pengamanan terhadap hakim sebagai pejabat negara dalam menangani perkara-perkara besar harus dilakukan dalam bentuk perhatian khusus.

Menurut Masinton dalam proses realisasi dari  pengamanan melekat tersebut membutuhkan anggaran dan personel. Itulah yang menjadi konsekuensi dari anggaran.

"Memang sudah diatur. Kalau DPR menilai perlindungan terhadap hakim itu perlu dimaksimalkan. Tapi kembali terkendala oleh anggaran," ujarnya.

Namun demikian, Masinton mengatakan jika hakim membutuhkan pengamanan di pengadilan, maka tidak perlu sungkan dan berlama-lama untuk meminta kepada pihak kepolisian.

"Tapi setiap saat, para hakim bisa meminta pengamanan dari kepolisian," tegasnya.

Dalam kunjungan kerja spesifik Komisi III itu, sebanyak sembilan anggota DPR RI hadir dan menggelar rapat bersama Kapolda Sumatera Utara se-jajaran.

Baca: Presiden Ingatkan Calon Hakim Berintegritas

Sebelumnya, hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin ditemukan meninggal dunia dari dalam mobilnya yang terperosok di kebun sawit milik warga, di Dusun II Namo Bintang, Kelurahan Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru.

Kapolda Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Polisi Agus Adrianto menyatakan untuk sementara dugaan bahwa korban dibunuh. Sejumlah saksi telah diperiksa dalam kasus tersebut, termasuk kerabat, rekan kerja dan warga yang ada di lokasi sat Jamaluddin ditemukan tewas.

Quote