Ikuti Kami

Minta Gibran Mundur dari Wapres, PDI Perjuangan: "Lebih Bagus Mengundurkan Diri Daripada Jadi Beban Bangsa!"

Djarot mengutip ajaran dari pujangga Jawa Ranggawarsito dalam Serat Kalatida sebagai pengingat moral bagi para pemimpin bangsa saat ini.

Minta Gibran Mundur dari Wapres, PDI Perjuangan:
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat.

Jakarta, Gesuri.id  — Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, menyarankan agar Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Presiden. 

Langkah tersebut dinilai lebih bijak demi menyikapi berbagai kontroversi hukum dan dugaan pemalsuan dokumen administrasi yang dinilai mencoreng tatanan negara.

Baca: Kupas Tuntas Kisah Ganjar Pranowo saat Jadi Anggota DPR RI

​Djarot menilai seluruh proses pencalonan Gibran, sejak ranah pendaftaran hingga dinamika di Mahkamah Konstitusi (MK), sudah menjadi sebuah bentuk rekayasa politik yang kasar dan melanggar hukum.

​"Kalau Gibran itu punya jiwa besar dan mau introspeksi, yang paling baik itu mengurungkan diri (mengundurkan diri). Itu lebih bagus daripada menjadi beban," kata Djarot dalam perbincangan di kanal YouTube Tribunnews, disitir, Minggu (1/11).

​Ia menegaskan bahwa keberadaan pemimpin yang menduduki jabatan publik melalui proses yang bermasalah secara hukum hanya akan menjadi beban keuangan dan moril bagi rakyat Indonesia.

​"Sebagai seorang wakil presiden, dia itu kan dibayar oleh rakyat, dapat fasilitas oleh rakyat. Seorang pemimpin yang melanggar peraturan itu secara nyata-nyata karena dia anaknya presiden, kemudian pensiun dibayar lagi oleh rakyat, ini tidak adil," tegas Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi tersebut.

Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo

​Selain itu, Djarot mengutip ajaran dari pujangga Jawa Ranggawarsito dalam Serat Kalatida sebagai pengingat moral bagi para pemimpin bangsa saat ini.

​"Ranggawarsito berpesan, seuntung-untungnya orang yang lupa atau tidak waras, masih lebih untung orang yang eling (ingat pada Tuhan) dan selalu waspada supaya tidak terjerembab ke zaman yang rusak itu," kutip Djarot.

Quote