Ikuti Kami

PDI Perjuangan Berbelasungkawa atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Basarah menyampaikan keluarga besar PDI Perjuangan juga akan bergotong royong membantu keluarga.

PDI Perjuangan Berbelasungkawa atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Prajurit TNI Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL Praka Farizal Rhomadhon.

Jakarta, Gesuri.id - PDI Perjuangan menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Prajurit TNI Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL Praka Farizal Rhomadhon dalam menjalankan tugas negara sebagai pasukan perdamaian UNIFIL di Lebanon.

"Ibu Megawati Soekarnoputri telah memberi instruksi kepada seluruh jajaran PDI Perjuangan untuk memberikan penghormatan terbaik kepada almarhum, serta mengusulkan kepada negara untuk memberikan kenaikan pangkat anumerta, jaminan hari tua, dan masa depan pendidikan anaknya," kata Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Basarah menyampaikan keluarga besar PDI Perjuangan juga akan bergotong royong membantu keluarga korban, termasuk pemberian santunan rumah atau beasiswa bagi anak Praka Farizal yang saat ini baru berusia dua tahun.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

"PDI Perjuangan menyampaikan penghormatan tertinggi-tingginya kepada prajurit TNI yang gugur dalam menjalankan tugas mulia penjaga misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan pada tanggal 29 Maret 2026. Secara tegas TNI menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia secara profesional dan penuh tanggung jawab," ujarnya.

Ia mengatakan prajurit TNI yang gugur adalah perisai dan perwujudan nyata dari manifestasi amanat Pembukaan UUD 1945 yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Selama hampir tujuh dekade, Kontingen Garuda telah menjadi mahkota diplomasi Indonesia di kancah dunia yang membuktikan bahwa bangsa ini tidak hanya berbicara tentang perdamaian, tetapi juga bersedia berkorban untuk mewujudkannya di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa.

PDI Perjuangan juga menyatakan mengutuk keras setiap tindakan dari pihak manapun yang mengakibatkan jatuhnya korban di kalangan personel perdamaian PBB. Serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap Resolusi DK PBB 1701 dan hukum humaniter internasional.

PDIP juga mendukung penuh upaya UNIFIL dalam membuka investigasi independen dan mendesak agar hasilnya disampaikan secara transparan kepada publik dan Dewan Keamanan PBB.

Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat

Partai berlogo banteng itu juga mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil peran kepemimpinan di antara negara-negara pengirim pasukan (Troop Contributing Countries) guna memperkuat rezim perlindungan personel perdamaian PBB, termasuk melalui kajian ulang Rules of Engagement yang lebih protektif.

Basarah menyampaikan PDI Perjuangan juga mengajak seluruh kekuatan politik nasional untuk bersatu dan bekerja sama dalam menuntut keadilan bagi prajurit yang gugur serta memastikan keselamatan lebih dari 1.200 prajurit Indonesia yang masih bertugas di Lebanon.

"Semoga almarhum Praka Farizal Rhomadhon mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, husnul khatimah, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," tutur Basarah.

Quote