Jakarta, Gesuri.id – Sekjen PDI Perjuangan , Hasto Kristiyanto, angkat bicara terkait langkah Bupati Malang, M. Sanusi, yang melantik putra kandungnya sendiri, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis DLH) Kabupaten Malang.
Hasto menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Fraksi PDI Perjuangan di tingkat daerah untuk mengkritisi kebijakan tersebut demi menjaga marwah meritokrasi di lingkungan pemerintahan.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
"Kami telah menerima informasi tersebut. Fraksi PDI Perjuangan telah kami minta untuk mengkritisi hal itu. Bagaimanapun juga, sistem meritokrasi harus dibangun. Kita tidak boleh mengedepankan hal-hal di luar meritokrasi," ujar Hasto saat ditemui di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
Meski mengakui bahwa pendidikan politik sering kali bermula dari lingkungan keluarga, Hasto mengingatkan agar hal tersebut tidak menjadi pembenaran untuk praktik yang mencederai rasa keadilan publik.
Hasto pun menggunakan istilah dalam budaya Jawa untuk menggambarkan situasi di mana seorang anak menjabat sebagai kepala dinas di bawah kepemimpinan ayahnya sendiri sebagai bupati.
"Orang Jawa bilang itu kurang elok ya. Bapaknya bupati, anaknya kepala dinas," cetus Hasto.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Sebagai informasi, Bupati Malang M. Sanusi melantik sebanyak 447 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang pada Senin (13/4). Acara pengukuhan dan pelantikan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), administrator, pengawas, hingga jabatan fungsional tersebut digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang.
Nama putra kandung Bupati, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, muncul sebagai salah satu pejabat yang dilantik untuk mengisi posisi strategis sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), yang kemudian memicu sorotan publik dan internal partai.

















































































