Situbondo, Gesuri.id — Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ina Ammania, menekankan pentingnya sistem penyelenggaraan ibadah haji yang mampu mengakomodasi karakter spesifik jemaah asal Indonesia.
Hal tersebut ditegaskan Ina saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Persiapan Keberangkatan Haji di Kabupaten Situbondo.
Menurut Ina, jemaah Indonesia memiliki keunikan tersendiri dibanding negara lain. Sebagian besar jemaah asal Indonesia berangkat bersama keluarga, pasangan, maupun rombongan kedaerahan yang telah terbentuk sejak dari kampung halaman. Oleh karena itu, sistem pelayanan haji idealnya menyesuaikan kondisi sosial budaya tersebut tanpa mengabaikan efektivitas pengelolaan.
Baca: Ini Lima Gaya Kepimpinan Ganjar Pranowo Yang Tidak Tertandingi
"Karakter jemaah Indonesia itu khas. Banyak yang berangkat bersama keluarga atau rombongan dari daerah asal. Sistem pelayanan yang diterapkan harus mampu mengakomodasi kebutuhan ini agar jemaah tetap nyaman dan bisa beribadah dengan tenang," ujar legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur III tersebut.
Ina menilai pemahaman mendalam terhadap kultur dan kebiasaan jemaah menjadi salah satu kunci utama untuk mendongkrak kualitas pelayanan haji. Catatan dan evaluasi dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya harus dijadikan acuan perbaikan secara berkala.
Selain masalah kenyamanan rombongan, Ina menyoroti krusialnya pemahaman jemaah terhadap regulasi teknis di Tanah Suci, khususnya penerapan skema muruur (melintas di Muzdalifah tanpa turun) dan tanazuul (memisahkan diri dari rombongan/kemah untuk alasan tertentu).
Ia mendesak agar sosialisasi kedua skema tersebut dilakukan secara masif dan tuntas sejak jemaah masih berada di Tanah Air.
Baca: Ini 3 Faktor yang Membuat Ganjar Pranowo Menjadi Capres Terkuat!
"Sosialisasi muruur dan tanazuul harus maksimal. Jemaah perlu memahami mekanisme dan tujuannya jauh sebelum berangkat. Jangan sampai mereka bingung saat tiba di Tanah Suci, sehingga konsentrasi beribadah jadi terganggu," tegasnya.
Mengakhiri keterangannya, Ina berharap Kementerian Agama dan seluruh pemangku kepentingan penyelenggara haji terus membenahi sistem dengan mengedepankan kebutuhan riil di lapangan.
"Harapan kita bersama, seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk, serta mendapatkan pelayanan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka," pungkas Ina.

















































































