Ikuti Kami

Putra Anggap Kehadiran RUU Provinsi Bali Spesial Bagi DPR

Anggota Baleg DPR RI Putra Nababan menilai kehadiran RUU Provinsi Bali sangat spesial bagi DPR. 

Putra Anggap Kehadiran RUU Provinsi Bali Spesial Bagi DPR
Anggota Baleg DPR RI Putra Nababa. Foto: Gesuri.id/ Elva Nurrul Prastiwi.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Baleg DPR RI Putra Nababan menilai kehadiran RUU Provinsi Bali sangat spesial bagi DPR. 

"Saya di Baleg dan Komisi X DPR. Kami melihat RUU Provinsi Bali ini bukan justru menjadi moment perbaiki apa yang diperbaiki Bali. Karena Bali itu bukan hanya punya orang Bali, bukan hanya punya orang Indonesia, tetapi Bali punya dunia," tegas mantan Pemimpin Redaksi Metro TV ini.

Baca: RUU Provinsi Bali Masuk Program Legislasi Nasional

Diakui Putra Nababan, salah satu pertimbangan dari draf RUU yang menyatakan bahwa UU Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Provinsi Bali, NTB dan NTT sudah tidak cocok lagi dengan konstitusi dan sistem ketatanegaraan saat ini, karena konstitusi yang digunakan dasar hukumnya adalah UUD Sementara dan bentuk negaranya masih federal. 

"UUD 1958 sudah tidak bisa dirujuk. Tapi masih dipakai tentu ini betul-betul tidak sesuai dengan kaidah hukum ketatanegaraan," ucap Putra.

Di sisi lain, pemerintah provinsi Bali maupun pemerintahan di tingkat Kabupaten dan Kota se-Bali harus memiliki perangkat hukum dan peraturan daerah yang harus mengikuti dinamika yang terus berkembang. 

"Hampir semua orang Bali bisa memberi masukan tentang Bali. Sebab ada kekhawatiran tentang pemilikan tanah, budaya, pendidikan dan stagnasisasi. Juga tentang vokasi, tumbuhnya jumlah hotel yang memang ada peningkaan signifikan," ujarnya.

Baca: Ini Pentingnya RUU Provinsi Bali Segera Dirampungkan

Oleh karena itu, Bali harus memiliki UU baru yang mampu menjawab berbagai problem yang ada saat ini. 

"Saya ingin UU baru Bali nanti membuat kita dapat mengelevasi Bali kembali. Karena kalau bicara bisnis unusual, Bali pasti akan ketinggalan. Saya berharap UU Provinsi Bali ini buat Bali lebih melompat lagi tapi tetap dapat menjaga budayanya," tegas Putra.

Quote