Ikuti Kami

Rupiah Melemah, Tantri Bararoh Desak Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Gotong Royong

Tantri Bararoh, menegaskan pentingnya mengaktualisasikan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi menghadapi krisis.

Rupiah Melemah, Tantri Bararoh Desak Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Gotong Royong
Fungsionaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Dr. Tantri Bararoh.

​Malang, Gesuri.id – Pelemahan nilai tukar rupiah yang tengah terjadi saat ini dikhawatirkan dapat berdampak langsung pada penurunan daya beli dan ketahanan ekonomi masyarakat bawah. 

Menanggapi situasi tersebut, Fungsionaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Dr. Tantri Bararoh, menegaskan pentingnya mengaktualisasikan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi menghadapi krisis.

​Tantri menyoroti bahwa dalam kondisi ekonomi yang menantang seperti sekarang, prinsip kemanusiaan dan keadilan sosial harus menjadi panglima dalam mengambil kebijakan dan bertindak.

Baca: Ganjar Ingatkan Kader Banteng se-Jatim: Jaga Uang Rakyat

​"Kondisi saat ini dimungkinkan bisa memicu lemahnya ketahanan ekonomi masyarakat dan menurunnya daya beli. Maka, menguatkan kemanusiaan dan ketahanan pangan menjadi sangat penting sebagai langkah antisipasi," ujar Tantri Bararoh, Senin (8/6/2026).

​Menurut perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang ini, potensi ketimpangan ekonomi yang mengancam masyarakat hanya bisa diredam jika semua pihak kembali pada esensi Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) dan Sila Kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia).

​Ia menambahkan, perwujudan keadilan ekonomi bukan hanya bertumpu pada pundak pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan menghidupkan kembali ekosistem koperasi di tingkat desa.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

​"Semangat gotong royong dan solidaritas sosial harus terus diperkuat. Di atas itu semua, kita harus memegang teguh dan mempraktikkan perikemanusiaan dengan adil dan seadil-adilnya," tandas Tantri.

​Bagi Tantri, koperasi di desa-desa merupakan cerminan nyata dari ekonomi Pancasila. Di dalamnya, gotong royong menjadi asas utama, sementara musyawarah mufakat (demokrasi ekonomi) ditempatkan sebagai pengambil keputusan tertinggi untuk memberdayakan kesejahteraan bersama.

​Komitmen Lewat Pendidikan Politik

​Di akhir pernyataannya, Tantri menegaskan bahwa relevansi nilai-nilai Pancasila dalam menjawab tantangan kebangsaan hari ini tidak boleh dinafikan atau sekadar menjadi slogan.

​Sebagai kader, ia memastikan bahwa penerapan nilai-nilai luhur dan semangat gotong royong ini terus diinternalisasikan secara konsisten. Salah satunya melalui program pendidikan politik yang digelar oleh PDI Perjuangan, baik yang menyasar para kader calon pemimpin maupun masyarakat luas.

Quote